Breaking News

AMGPM Dapua Utara Dorong Ambon Jadi Destinasi Wisata Rohani


Ambon,cahayalensa.com- Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Pulau Ambon (Dapua) Utara mendorong Ambon sebagai destinasi wisata rohani.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan, Leunard Heppy Lelapary, M.Pd dalam laporannya mengawali Seminar Napak Tilas Sejarah Injil Masuk Kota Ambon dalam rangka merekonstruksi sejarah kekristenan di Kota Ambon yang di Gelar oleh AMGPM Dapua Utara di Facific Hotel, Rabu (04/19)

"lewat kerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon, momentum ini sudah akan dibuat sebagai sebuah momentum rohani wisata di Kota Ambon" ujar Lelapary

Lelapary mengungkapkan, banyak situs-situs sejarah injil masuk di Kota Ambon yang perlu untuk di gali dan di publikasi sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebagai aset bagi pemerintah dan gereja di Kota Ambon.

"lewat seminar ini kita akan menggagas strategi pengembangannya kedepan seperti apa dan ini akan diperjuangkan sebagai agenda pemerintah dan kami akan menyampaikan ini juga langsung ke DPRD Kota Ambon" kata Lelapary

Baginya, sejarah pertama Xaverius datang ke hative besar itu akan dijadikan sebagai momentum bersama umat katolik dan umat GPM terhadap momentum injil masuk Kota Ambon.



Sejalan dengan itu Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Mientje Tupamahu, SH, memberi apresiasi yang tinggi atas pelaksaan seminar napak tilas sejarah injil masuk Kota Ambon. Baginya seminar tersebut dapat memberikan manfaat positif bagi Kota Ambon terutama bagi peningkatan pembinaan dan kualitas spiritual masyarakat yang sejalan dengan visi Kota Ambon yaitu Ambon yang harmonis, sejahtera dan bertoleransi.

Louhenapessy juga menyampaikan, sejarah kekristenan di Kota Ambon yang dimulai dari negeri Hative Besar sesungguhnya disadari sebagai hal yang penting dan menjadi fakta sejarah yang harus diketahui semua orang. 

"Hative Besar sebagai bagian dari wilayah administrasi Kota Ambon, ternyata telah tercatat dengan tinta emas dalam goresan sejarah Kota Ambon sebagai pintu masuk kekristenan di Kota Ambon bahkan wilayah Maluku yang sekaligus memberi kontribusi penting bagi pengembangan dan pembangunan Kota Ambon hingga menjadi kota yang maju sampai sekarang ini" tutur Louhenapessy

Dia meyakini, banyak warga Kota Ambon yang belum mengetahui fakta sejarah tentang masuknya injil di Kota Ambon. Sehingga seminar napak tilas injil masuk di Kota Ambon itu dapat memberi makna penting selain untuk menambah wawasan kita terhadap sejarah sekaligus juga merupakan upaya merekonstruksi sejarah kekristenan sebagai dasar momentum peringatan masuknya injil di Kota Ambon. 

"Peringatan dimaksud akan menjadi wahana bina spiritual bagi umat katolik maupun protestan dengan tujuan untuk membangun kehidupan yang selaras harmonis dan penuh toleransi" tandas Louhenapessy

Dia berharap hasil dari seminar itu kiranya dapat dijadikan acuan bagi Pemerintah Kota Ambon terkait dengan arah kebijakan dalam pembangunan serta membangkitkan event wisata kebudayaan Kota Ambon dalam rangka menjadikan Ambon sebagai salah satu destinasi wisata ditahun 2020.


Dari hasil seminar itu terdapat tiga pikiran rekomendasi yang akan disampaikan AMGPM Dapua Utara kepada Pemerintah Daerah Kota Ambon diantaranya, Pariwisata Rohani di Kota Ambon, Memperkenalkan tokoh-tokoh injil lokal di Maluku dan Menetapkan hari ulang tahun Injil masuk di Kota Ambon. 

Turut hadir narasumber pembicara dalam seminar itu Dr. C Aliyona (Pakar Sejarah Gereja Fakultas Theologi UKIM), Pastor C. J Bohm (Pakar Sejarah Gereja & Pengajar Seminari Keuskupan Amboina), Johan Pattiasina, S.Pd, M.Si (Dosen Sejarah FKIP Universitas Pattimura Ambon), Rudi Fofid (Peneliti Sejarah Gereja), Pdt. Hengky Liliefna, M.Th (Penulis Sejarah Kekristenan di Negeri Hative Besar), Rico Hayat (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon). (CL-02)

Tidak ada komentar