Bodewin Ingatkan Suporter Piala Dunia: Dukung Boleh, Bikin Rusuh Jangan! Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Damai
AMBON,CahayaLensa.com – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengingatkan seluruh komunitas pendukung tim peserta Piala Dunia agar menjaga ketertiban dan tidak menjadikan euforia sepakbola sebagai pemicu gangguan keamanan di Kota Ambon.
Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan usai peresmian bantuan 10 unit Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dari BNI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) di kawasan Galala, depan Dealer Toyota, Selasa (02/06/2026).
Menurut Bodewin, perhelatan Piala Dunia merupakan agenda rutin empat tahunan, namun atmosfer dukungan masyarakat di Kota Ambon memiliki karakter tersendiri karena antusiasme pendukung sangat tinggi.
“Piala Dunia itu kegiatan rutin setiap empat tahun, tetapi Kota Ambon ini agak unik. Dukungan terhadap peserta Piala Dunia sangat luar biasa,” ujar Wattimena.
Ia mengungkapkan, sejak masih menjabat sebagai Penjabat Walikota Ambon, dirinya telah mengumpulkan berbagai komunitas suporter untuk membangun komitmen menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.
“Silakan dukung tim masing-masing, silakan konvoi, silakan pawai, tetapi harus tertib dan menjaga kondusivitas kota,” tegasnya.
Untuk mengarahkan semangat pendukung menjadi kegiatan positif, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga akan menggelar Konvoi Damai yang melibatkan komunitas pendukung berbagai negara peserta.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bahwa menang atau kalah dalam sepakbola adalah hal yang wajar.
“Dukung-mendukung itu biasa. Menang kalah itu biasa. Jangan sampai kalah lalu bikin kacau, atau menang kemudian euforia berlebihan sampai mengejek pihak lain dan menciptakan keributan,” tandasnya.
Bodewin bahkan memberi contoh preferensi pribadinya dalam mendukung tim nasional tanpa harus memicu konflik antarsuporter.
“Kalau saya dukung Inggris itu biasa. Yang dukung Argentina atau Belanda juga biasa. Tetapi jangan sampai perbedaan dukungan berubah menjadi persoalan,” katanya.
Ia menegaskan, yang tidak diinginkan pemerintah adalah euforia berlebihan yang berujung pada tindakan provokatif, kekacauan, maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Yang kita tidak mau itu euforia yang kebablasan, menang jadi berlebihan, kalah bikin rusuh, saling ejek lalu bikin masalah,” ujarnya.
Pemkot Ambon, lanjut Bodewin, akan segera mengumpulkan perwakilan komunitas suporter dan kelompok pendukung untuk membangun komunikasi serta menyepakati komitmen bersama menjaga keamanan selama berlangsungnya pesta sepakbola dunia.
“Nanti semua komunitas dan perwakilan suporter akan kita kumpulkan. Kita bicara bersama. Namanya euforia sepakbola, pecinta bola ada di mana-mana, itu biasa. Tetapi jangan sampai euforia berlebihan lalu menimbulkan masalah,” tegasnya.
*Editor Foto: Angga Pattihawean*


Tidak ada komentar