Breaking News

Angela Herliani Tanoesoedibjo Puji Rutong, Dorong Ekowisata Sagu Jadi Unggulan Maluku


AMBON, CahayaLensa.com – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Angela Tanoesoedibjo, mengapresiasi keberhasilan Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, dalam mengembangkan ekowisata hutan sagu dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan adat istiadat.

Apresiasi itu disampaikan Angela saat mengunjungi kawasan Wisata Sagu di Negeri Rutong, Sabtu (7/11). Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk bersilaturahmi, berdialog dengan masyarakat adat, sekaligus melihat langsung potensi wisata dan pengolahan sagu secara tradisional.

Kedatangan Angela bersama rombongan disambut Raja Negeri Rutong, Reza Maspaitella, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Angela mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat dan cerita sejarah Negeri Rutong yang disampaikan Raja serta para tokoh adat.

Menurut dia, Rutong merupakan contoh bagaimana pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami melihat Negeri Rutong ini sebagai percontohan yang luar biasa, bagaimana kemajuan ekonomi bisa berjalan berdampingan dengan kelestarian alam, kelestarian adat istiadat, dan pemberdayaan masyarakat," kata Angela.

Dia berharap, model pembangunan yang diterapkan Negeri Rutong dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Maluku. Potensi lokal, kata dia, harus dikembangkan tanpa mengorbankan lingkungan dan budaya masyarakat.

Angela bahkan optimistis Negeri Rutong dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan, bukan hanya di Maluku, tetapi juga Indonesia.

Saat mengunjungi kawasan hutan sagu, Angela juga mengaku terkesan dengan suasana alam yang sejuk serta keunikan pohon sagu yang dapat tumbuh secara alami di sejumlah kawasan tanpa melalui penanaman bibit.

Ketertarikannya semakin bertambah setelah melihat langsung proses pengolahan sagu secara tradisional dan mencicipi berbagai hidangan berbahan dasar sagu yang disajikan masyarakat.

"Wisata sagu ini bagus sekali. Tadi saya masuk, suasananya sejuk. Ternyata, menurut cerita Raja, ada wilayah-wilayah yang tidak ditanami bibit, tetapi sagunya tumbuh dengan sendirinya. Ini luar biasa," ujarnya.

Angela pun mengajak masyarakat luas untuk berkunjung ke Negeri Rutong dan mengenal lebih dekat ekowisata hutan sagu, termasuk proses pengolahannya hingga menjadi makanan khas.

"Siapa saja yang berminat mengetahui lebih jauh, datanglah ke Negeri Rutong untuk merasakan sendiri pengalaman ekowisata hutan sagu ini," ajaknya.

Sementara itu, Ketua DPW Perindo Maluku, Daniel Kurnala, berharap Negeri Rutong dapat dikembangkan menjadi pusat industri pariwisata berbasis sagu.

Menurut Daniel, pengembangan tersebut perlu mengintegrasikan potensi wisata hutan sagu dengan industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah bagi hasil alam masyarakat.

"Harapan kita, Negeri Rutong ini ke depan bisa menjadi industri pariwisata. Kalau berbicara industri, tentu harus ada pabrik atau industri pengolahan sagu. Sementara dari sisi pariwisata, daya tariknya adalah kawasan pohon sagu itu sendiri," jelasnya.

Dia menilai, pengembangan industri pengolahan sagu yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Negeri Rutong.

Raja Negeri Rutong, Reza Maspaitella, mengapresiasi kunjungan pimpinan tertinggi Perindo tersebut.

Menurut Reza, kunjungan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah negeri untuk memperkenalkan sejarah, potensi, pola pembangunan, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat adat di Maluku.

Dia berharap, berbagai informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada pimpinan partai di tingkat nasional mengenai kehidupan masyarakat adat.

"Harapan saya, apa yang disampaikan ini bisa memberikan sedikit wawasan dan pandangan bagi Ibu Ketua Umum di Jakarta untuk memahami Maluku bersama masyarakat adatnya secara lebih baik," ujarnya.

Reza berharap, pemahaman tersebut dapat mendorong lahirnya kebijakan nasional yang lebih berpihak pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat adat di Ambon maupun Maluku.

Dalam kunjungan tersebut, Perindo juga menggelar sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya penyerahan bantuan perlengkapan pendidikan berupa alat tulis, bola voli, dan satu unit infokus kepada pihak sekolah.

Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya warga lanjut usia (lansia) dan mereka yang mengalami gangguan penglihatan.

Rombongan juga melaksanakan penanaman mangrove untuk mendukung pelestarian kawasan pesisir Negeri Rutong.

"Total ada 200 bibit mangrove yang nantinya ditanam. Sebanyak 16 bibit dilakukan secara simbolis dalam kegiatan tadi," jelas Reza.

Dia menegaskan, Negeri Rutong terbuka terhadap kunjungan seluruh partai politik. Menurutnya, kehadiran partai politik dapat menjadi ruang dialog bagi masyarakat adat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengenal arah kebijakan masing-masing partai.

Reza menilai, semakin banyak pimpinan partai yang datang dan berdialog langsung dengan masyarakat, semakin besar pula kesempatan masyarakat memperoleh informasi sebelum menentukan pilihan politik.

"Kami sangat menyambut baik apabila ke depan ada partai-partai lain yang datang ke Negeri Rutong maupun Ambon dan Maluku. Ini kesempatan untuk menyampaikan pandangan masyarakat adat sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak salah memilih wakil rakyat maupun pemimpin," tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Angela didampingi Sekretaris Jenderal DPP Perindo Herry Rizkiansyah, jajaran pengurus DPP, Ketua DPW Perindo Maluku Daniel Kurnala, Ketua DPD Perindo Kota Ambon Patrick Moenandar, serta sejumlah ketua DPD Perindo kabupaten/kota se-Maluku.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan pendidikan secara simbolis oleh Ketua Umum dan Sekjen Perindo, peninjauan proses pembuatan sagu tradisional, serta penanaman mangrove oleh Angela bersama jajaran pengurus partai dan unsur terkait.

Tidak ada komentar