Generasi Fuka Bipolo Harus Disiapkan Hadapi Era Revolusi Industri 4.0
Namrole, Cahayalensa.com- Gerson Eliser Selsily Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan mengatakan, generasi muda di Fuka Bipolo harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya melalui dunia pendidikan
untuk menghadapi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad 21 begitu pesat, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dimana tenaga manusia akan tergantikan dengan alat-alat digital.
Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliser Selsily menyampaikan hal itu pada pembukaan Ujian Sekolah SMA, SMK dan SLB se-kabupaten Buru Selatan di halaman SMA Negeri Namrole, Senin (21/3).
Selsily mengatakan, kemajuan suatu bangsa dan negara akan sangat
ditentukan oleh kesiapan sumberdaya
manusia, terutama generasi mudanya yang memiliki karakter kepribadian budaya yang kuat disertai kualitas kecakapan intelektual dan emosional serta
spiritual.
"Tentu untuk mencapai hal demikian
diperlukan sarana kualitas pelayanan penyelenggaraan pendidikan melalui lembaga satuan pendidikan yang mampu memberikan sistem penjaminan mutu dengan baik," ujar Selsily.
Maka sangat penting untuk menyiapkan sentra-sentra pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang mudah diakses, memiliki jaminan pelayanan mutu yang baik, dan mampu meluluskan peserta didik dengan daya saing yang unggul.
Sehingga tujuan negara dan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadimanusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab dapat tercapai dengan baik.
"Generasi muda di Fuka Bipolo harus kita
persiapkan dengan sebaik-baiknya melalui dunia pendidikan untuk menghadapi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad 21 yang begitu pesat, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dimana tenaga
manusia akan tergantikan dengan alat-alat digital," jelas Selsily.
Jelas Wakil Bupati, demikian juga dalam mensikapi dengan adanya
bonus demografi bagi Indonesia pada tahun 2030, dimana penduduk usia produktif pada rentang usia 15-64 tahun mencapai puncaknya dengan jumlah yang sangat besar.
"Maka hal ini akan menjadi
kekuatan dan peluang bagi kemajuan negara jika kita kelola dan sikapi dengan baik sejak dini dengan menyiapkan sumberdaya manusia yang produktif," ucap Selsily.
Lanjut Selsily, tetapi sebaliknya jika kita gagal maka akan menjadi
ancaman bagi kemajuan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
Kata Selsily, maka semua ini akan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan para guru dalam melaksanakan
tugasnya mendidik, mengajar, melatih, membimbing, mengarahkan dan menilai peserta didik melalui olah
pikir, olah hati, olah rasa/karsa, dan olah raga demi terwujudnya Senyum Bipolo dan Indonesia maju dan jaya.
Jelas Selsily lanjut, kegiatan Ujian Sekolah di tingkat satuan pendidikan tetap dilaksanakan kendati Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah ditiadakan dan digantikan dengan Asesmen Nasional yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimal, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Dikatakan, Ujian Sekolah merupakan proses evaluasi untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta
didik secara berkelanjutan dalam proses
pembelajaran, memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik dalam bidang akademik.
"Ujian sekolah menjadi salah satu factor penting untuk melakukan penilaian terhadap pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL)," ucapnya.
Masih Wakil Bupati, sehingga sekolah memiliki kewenangan untuk melaksanakan sesuai SOP Ujian Sekolah yang telah ditentukan.
Wakil Bupati berpesan kepada seluruh Siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai berikut :pertama, Masa depan kalian akan sangat ditentukan oleh kalian sendiri sejauh mana usaha kalian untuk maraihnya.
"Untuk itu Saya minta agar kalian para
siswa dapat lebih fokus, lebih semangat, lebih tekun dan disiplin dalam belajar. Bukan belajar pada saat Ujian Sekolah yang hari ini dilaksanakan, tetapi tanamkan dalam semangat
kalian bahwa “waktu adalah belajar," ujarnya.
Dua, Selsily ingatkan, ingatkan bahwa keberhasilan dan kesuksesan masa depan kalian para siswa selain usaha kerja keras belajar juga karena do’a dan ridho dari kedua orang tua.
"Maka saya harapkan kalian
para siswa harus menyangi dan
menghormati kedua orang tua dengan baik. Selain itu juga, rasa hormat dan sayang harus diberikan kepada bapak/ibu guru yang selama ini telah
mendidik dan membina kalian agar menjadi orang yang pintar dan cerdas serta berbudi pekerti luhur," harap Selsily.
Tiga, Selsily tekankan juga agar para siswa bisa menjauhi dan menghindari penyalah gunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.
"Selain itu jangan merokok dan minum minuman keras karena akan merusak kesehatan dan menghancurkan masa depan kalian," kata Selsily.
Empat lanjut Selsily mengatakan, di era digital membawa perubahan positif dan
negatif kehidupan pribadi dalam sosial bermasyarakat.
Oleh sebab itu Selsily tekankan
agar para siswa bisa memanfaatkan media teknologi informasi digital untuk belajar hal-hal kebaikan demi masa depan kalian.
Hindari informasi yang negatif dari fasilitas gadget. Jangan mengunduh atau membuka dan mengirim
bahkan menyebarluaskan situs pornografi,
kekerasan, krimimal, gosip atau berita-berita bohong lainnya (HOAX).
Lima, Selsily masih berharap kepada para siswa akan menjadi generasi
penerus pemimpin masa depan bangsa yang hebat dengan memiliki keunggulan 5 (lima) karakter yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.
"Kita harus menjaga prokes yang sudah canangkan pemerintah, lakukan sesuai dengan prosedur (SOP) yang ada, tetap jaga Kesehatan selama Ujian Sekolah," pungkasnya. (CL-03)


Tidak ada komentar