Breaking News

Esok Polemik Raja Negeri Soya Dibahas DPRD

Ambon, Cahayalensa.com - Guna membahas Polemik Penetapan Raja Negeri Soya, Esok Komisi I DPRD Kota Ambon akan menggelar rapat bersama instansi terkait.

Demikian Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon ,Jafry Taihuttu kepada media ini di Ambon, Senin (26/2/2024).

"Rapat besok pasti. Undangannya sudah disebar, disitu yang diundang Asisten I, Kepala Tata Pemerintahan, Kepala Bagian Hukum, Camat Sirimau, Pejabat Negeri Soya, dan Tim Pendampingan Percepatan dan juga Mata Rumah Rehatta,"ujar Taihuttu.

Taihuttu menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindaklanjut dari surat masuk yang diajukan oleh Reno Rehatta sebagai salah satu anak Mata Rumah Rehatta yang juga masuk dalam bursa pencalonan Raja Negeri Soya.

Terkait hal itu, ditempat terpisah, Reno Rehatta kepada media ini berharap, rapat bersama besok akan menghasilkan suatu keputusan atau rekomendasi yang objektif, sehingga persoalan ini tidak menjadi panjang.

Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Negeri Soya, Calon Raja harus yang berdomisili tetap paling lama 3 tahun di Negeri tersebut. Dan untuk itu, maka baik DPRD maupun Pemerintah Kota Ambon, harus lebih objektif melihat hal itu.

Karena dari sisi adminiatrasi dan pemenuhan syarat lainnya, dirinya memenuhi semua syarat yang ditentukan dalam proses itu. Termasuk soal keturunan garis lurus mata rumah Rehatta.

"Polimik ini sudah berjalan sejak September 2023. Berawal dari proses mata rumah hingga ke Saniri yang berjalan tidak sesuai mekanisme. Bahkan dalam proses yang tidak sesuai itu, tiba-tiba nama Hervie Rehatta (anak eks Raja Soya) muncul, bahkan sampai diusulkan ke Pemkot 3 atau 4 kali, dan itu ditolak karena pada pengusulan awal, kami mengajukan keberatan,"ungkapnya.

Selanjutnya, oleh Pemerintah Kota Ambon diminta agar kembali berproses sesuai mekanisme. Namun itu tidak ditindak lanjuti, sampai dilakukannya pergantian Kepala Mata Rumah yang kemudian menindaklanjuti apa yang menjadi petunjuk Pemkot Ambon.

Namun, dalam proses itu, ada pihak yang kemudian melakukan tandingan dengan mengangkat kepala mata rumah lain pada mata rumah Rehatta, dan menetapkan kembali Hervie Rehatta sebagai calon Raja.

"Ini sehingga polimik soal Raja di Soya itu tidak selesai. Kami punya hak, sehingga ini kembali disampaikan ke DPRD, dan kami berharap, rapat besok akan ada solusi terbaik secara objektif bagi siapa yang berhak dan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon Raja Negeri Soya,"tandasnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu roll mode dari Negeri-negeri adat yang ada di Kota Ambon, pihaknya menginginkan tidak ada proses lanjutan apalagi sampai ke rana hukum.

Dengan itu sehingga, Pemerintah Kota dan juga DPRD, juga harus jelih dalam menyelesaikan persoalan ini. (CL-03)

Tidak ada komentar