Breaking News

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Ambon Tegaskan Integritas dan Transparansi Pengelolaan Program JKN

Ambon,CahayaLensa.com –Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Ambon, Harbu A. Hakim, S.Kom., MM.AAAK, menegaskan komitmen kuat BPJS Kesehatan dalam menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menjunjung tinggi integritas, transparansi, serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Harbu Hakim pada kegiatan Media Gathering dan Pengumuman Lomba Konten Kreatif BPJS Kesehatan Cabang Ambon Tahun 2025, yang dihadiri insan pers dan mitra media, di Hotel Santika, Selasa 30 Desember 2025

Dalam pemaparannya, Harbu menekankan bahwa seluruh insan BPJS Kesehatan wajib menginternalisasi budaya kerja berlandaskan nilai integritas, kolaborasi, pelayanan prima, empati, komitmen, dan inovasi.

“Kami memastikan dalam menjalankan Program JKN, BPJS Kesehatan menganut budaya integritas. Kami mohon rekan-rekan media juga mengingatkan kami apabila ada petugas yang keluar dari nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh Duta BPJS Kesehatan diwajibkan menjadi teladan dalam melaksanakan tugas sehari-hari, serta menjadikan pelayanan kepada peserta sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Harbu juga menyampaikan bahwa sejak era PT Askes hingga BPJS Kesehatan, pengelolaan jaminan kesehatan nasional terus mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Selama 33 tahun pengelolaan jaminan kesehatan, kami meraih opini WTP secara berturut-turut. Untuk BPJS Kesehatan sendiri, sejak berdiri 11 tahun lalu, kami juga telah meraih WTP sebanyak 11 kali,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh iuran yang dibayarkan peserta, baik oleh masyarakat, badan usaha, maupun pemerintah daerah, langsung masuk ke Kas Negara dan tidak dikelola secara langsung oleh BPJS Kesehatan.

“Dana iuran itu dimonitor oleh tujuh lembaga berbeda, termasuk DPR, BPK, OJK, dan lembaga pengawas lainnya. Ini untuk memastikan dana tersebut hanya digunakan membayar pelayanan kesehatan peserta,” tegas Harbu.

Menurutnya, tata kelola Program JKN Indonesia saat ini bahkan menjadi rujukan dunia, dengan banyak negara datang ke Kantor Pusat BPJS Kesehatan untuk mempelajari sistem jaminan kesehatan nasional di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Harbu juga mengedukasi media terkait konsep gotong royong sebagai fondasi utama Program JKN. Ia memberikan ilustrasi biaya operasi jantung yang dapat mencapai Rp132 juta, yang dapat ditanggung berkat iuran peserta sehat yang saling menopang.

“Untuk satu peserta yang membutuhkan operasi jantung, dibutuhkan iuran dari ribuan peserta sehat. Inilah makna gotong royong. Peserta yang rutin membayar iuran sesungguhnya sedang membantu sesama yang sedang sakit,” jelasnya.

Ia juga meluruskan pemahaman keliru di masyarakat terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS). Menurutnya, saat ini tidak ada lagi penerbitan kartu fisik, karena peserta JKN sudah dapat menggunakan KTP untuk mengakses layanan kesehatan.

“Programnya adalah JKN, sedangkan BPJS Kesehatan adalah badan penyelenggara yang ditunjuk undang-undang. Nama boleh berubah, tetapi substansi Program JKN tetap sama,” katanya.

Mengakhiri pemaparannya, Harbu mengajak insan pers untuk terus berkolaborasi dalam menyebarkan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra kontrol bagi BPJS Kesehatan.

“Kami berharap media terus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan edukasi JKN dan juga mengingatkan kami jika ada hal-hal yang menyimpang dari tata nilai yang telah kami tetapkan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar