OJK Maluku dan Pemkab Seram Bagian Barat Perkuat Literasi dan Akses Keuangan di Wilayah Kepulauan
Ambon, CahayaLensa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melaksanakan rangkaian kegiatan edukasi, koordinasi, dan pendampingan bagi masyarakat serta pelaku usaha guna memperkuat literasi dan memperluas akses keuangan, Selasa (19/11/2025).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan di wilayah kepulauan agar layanan keuangan formal tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau masyarakat pesisir, pelajar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta aparatur pemerintah secara aman dan produktif.
Kegiatan diawali dengan Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Seram Bagian Barat yang dibuka langsung oleh Bupati Seram Bagian Barat, Ir. Asri Arman, M.T. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya penguatan program inovatif, seperti pemanfaatan teknologi keuangan inklusif, branchless banking, pendampingan UMKM, serta edukasi keuangan bagi pelajar dan masyarakat adat.
“Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan keuangan formal, khususnya di wilayah kepulauan,” tegas Bupati Asri Arman.
Capaian Program TPAKD 2025
Pada rapat pleno tersebut, turut disampaikan evaluasi capaian program TPAKD Kabupaten SBB Tahun 2025, di antaranya:
Business matching UMKM yang diikuti 150 pelaku usaha,Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41,77 miliar kepada 1.006 debitur
Keberadaan 381 agen Laku Pandai
Pembukaan 4.316 rekening pelajar melalui Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) dengan total saldo Rp1,13 miliar
Peningkatan merchant QRIS menjadi 6.251 merchant
Kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 1.111 peserta
Launching Program KEJAR di Sekolah
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Launching Surat Edaran KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Seram Barat.
Program ini bertujuan menumbuhkan budaya menabung sejak dini, mengenalkan produk dan layanan keuangan yang aman, serta meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap praktik keuangan ilegal.
Edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan langsung oleh para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
Business Matching UMKM Dorong Kemandirian Usaha
Selain itu, OJK Maluku juga menyelenggarakan Business Matching UMKM, termasuk bagi pelaku usaha perempuan. Sebanyak 150 pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan usaha, akses pembiayaan, investasi legal, serta manfaat program jaminan sosial.
Melalui sesi dialog terbuka, pelaku usaha menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya dalam menjalankan usaha di wilayah kepulauan, sekaligus mencari solusi bersama melalui pemanfaatan layanan jasa keuangan formal.
Dorong Inklusi Keuangan Merata
Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan, membuka akses pembiayaan yang lebih luas, serta memperkuat daya saing UMKM di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Upaya ini merupakan bagian dari agenda Inklusi Keuangan Nasional, sekaligus menegaskan komitmen bahwa layanan keuangan harus hadir secara merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan

Tidak ada komentar