PELNI Ambon Klarifikasi Kericuhan di Pelabuhan Yos Sudarso, Tegaskan Keselamatan Tetap Prioritas
Ambon,CahayaLensa.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Ambon memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kericuhan yang terjadi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat proses keberangkatan KM Ciremai, Senin 12 Januari 2026
Pihak PELNI menegaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh lonjakan penumpang pada hari terakhir arus balik, bukan akibat kelalaian maupun instruksi berbahaya dari internal perusahaan.
Kepala Cabang PELNI Ambon, Marthin Heriyanto, menjelaskan bahwa pada hari tersebut terjadi peningkatan signifikan jumlah calon penumpang KM Ciremai. Kondisi ini diperparah dengan adanya sejumlah calon penumpang yang tidak memiliki tiket resmi namun tetap memaksa untuk naik ke kapal, sehingga memicu ketegangan di area pelabuhan.
“PT PELNI mengakui adanya lonjakan penumpang KM Ciremai karena hari ini merupakan hari terakhir arus balik di Pelabuhan Ambon. Terdapat sejumlah calon penumpang yang tidak memiliki tiket dan memaksa untuk naik ke kapal,” ungkap Marthin dalam standby statement kepada wartawan, Senin 12 Januari 2026
Meski demikian, Marthin menegaskan bahwa PELNI tetap berkomitmen penuh untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal. Seluruh proses keberangkatan, kata dia, tetap mengacu pada ketentuan kapasitas penumpang sesuai regulasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan otoritas pelabuhan.
Menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait adanya instruksi “terjun bebas” dari Kepala Cabang PELNI Ambon kepada buruh pelabuhan, Marthin dengan tegas membantah informasi tersebut.
“Tidak benar adanya instruksi ‘terjun bebas’. Yang terjadi adalah miskomunikasi antara buruh, pihak kapal, dan pihak cabang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat itu suling kapal telah berbunyi sebanyak tiga kali sebagai tanda kapal akan segera diberangkatkan.
Namun, masih terdapat dua buruh yang berada di atas kapal untuk mengangkut barang bawaan penumpang. Ketika tangga kapal sudah dinaikkan, kedua buruh tersebut kemudian turun dari kapal atas inisiatif masing-masing.
“PELNI Cabang Ambon menegaskan tidak pernah memberikan perintah kepada buruh untuk terjun dari kapal. Keselamatan merupakan prioritas utama kami,” jelas Marthin.
Selain itu, Marthin juga membantah adanya isu pemukulan maupun pengeroyokan terhadap dirinya oleh buruh pelabuhan.
Ia mengakui sempat terjadi ketegangan akibat padatnya situasi di lapangan, namun kondisi tersebut dapat segera dikendalikan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan.
“Tidak terdapat kejadian pemukulan ataupun pengeroyokan. Saat ini situasi sudah kembali kondusif dan operasional PELNI berjalan normal,” ujarnya.
Sebagai informasi, KM Ciremai melayani rute Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Ambon – Sorong – Manokwari – Serui – Jayapura (PP). Pada keberangkatan dari Pelabuhan Ambon, tercatat sebanyak 619 penumpang naik, dengan total penumpang on board KM Ciremai mencapai 1.946 orang.
PELNI mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui jalur resmi serta mematuhi seluruh ketentuan keberangkatan, demi keselamatan bersama dan kelancaran transportasi laut nasional.

Tidak ada komentar