Breaking News

Jelang Idul Fitri, Wali Kota Ambon Perintahkan Sidak Distributor dan Tegaskan Siap Intervensi Jika Harga Tak Normal


Ambon,CahayaLensa com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Besar Keagamaan Nasional, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memastikan Pemerintah Kota Ambon bergerak serius menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Dalam wawancara, Jumat 13 Februari 2026, Bodewin mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Wakil Wali Kota, Sekretaris Kota (Sekkot), serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor, pasar, dan sejumlah titik distribusi lainnya.

“Saya sudah minta Ibu Wakil Wali Kota, Pak Sekkot, dan Tim Inflasi Daerah untuk lakukan sidak kepada distributor dan pasar guna memastikan ketersediaan stok. Kita juga berkoordinasi dengan Bulog dan pihak terkait lainnya,” ujar Bodewin.
Stok Diklaim Aman, Tetap Waspada Distribusi

Menurut Bodewin, berdasarkan hasil pengecekan sebelumnya, stok kebutuhan pokok di Kota Ambon dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga enam bulan ke depan.

“Waktu Natal kemarin kita sudah cek, stok cukup bahkan untuk enam bulan ke depan. Tetapi kita harus tetap hati-hati, karena permintaan barang ini datang dari berbagai daerah,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar distribusi barang ke Kota Ambon tidak dialihkan ke daerah lain yang berpotensi menyebabkan kelangkaan di pasar lokal. Pengawasan distribusi menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri.

“Saya menjamin pemerintah bekerja serius supaya masyarakat selama bulan suci Ramadan ini kebutuhannya terpenuhi dengan baik,” tegasnya.

Bodewin juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati mekanisme pasar. Namun, jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar atau di luar batas normal, pemerintah tidak akan tinggal diam.

“Saya bilang berkali-kali, ada mekanisme pasar yang pemerintah tidak boleh campur. Tetapi tugas pemerintah memastikan stabilisasi harga. Kalau sudah tidak normal, maka kita akan intervensi,” katanya.

Ia mengakui bahwa harga barang dipengaruhi banyak variabel, mulai dari stok, distribusi, hingga faktor eksternal lainnya. Namun, ia mewaspadai adanya praktik-praktik tidak sehat di pasar yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

Walikota secara tegas menyoroti kemungkinan adanya praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang membebani pedagang dan berdampak pada kenaikan harga barang.

“Kalau ada tangan-tangan yang tidak kentara bermain di pasar, itu yang berbahaya. Kalau premanisme bermain kasar dan ada pungli, inilah yang membuat pedagang menaikkan harga untuk menutup biaya-biaya itu,” ujarnya.

Bodewin mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk memastikan tidak ada pihak-pihak yang merasa berkuasa atas aktivitas ekonomi di Kota Ambon.

“Kita harus memberantas itu. Tidak boleh ada pihak yang merasa berkuasa atas ekonomi Kota Ambon,” tegasnya.

Dengan langkah pengawasan intensif, koordinasi lintas instansi, serta komitmen memberantas praktik ilegal di pasar, Pemerintah Kota Ambon berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang.

Tidak ada komentar