Wattimena Ajak Pelajar Ambon Rajin Menabung Sejak Dini
AMBON, CahayaLensa.com — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak para pelajar membiasakan diri menabung sejak usia dini. Menurutnya, menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi bagian dari upaya membangun disiplin dan mempersiapkan masa depan.
Ajakan itu disampaikan Wattimena saat menghadiri puncak Bulan Literasi Keuangan Goes to School di SD Negeri 4 Ambon, Kamis (27/8/2026).
“Menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga bagaimana kita membiasakan diri untuk membangun disiplin. Kita membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tetapi juga sebenarnya kita sementara merancang masa depan lewat kegiatan menabung,” kata Wattimena.
Ia mengatakan, kebiasaan menabung penting ditanamkan sejak anak-anak. Sebab, kemampuan akademik dan prestasi yang tinggi belum tentu menjamin seorang anak dapat melanjutkan pendidikan apabila terbentur persoalan ekonomi.
Wattimena mencontohkan masih ada anak-anak dengan kemampuan intelektual luar biasa yang terpaksa tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Banyak anak-anak kita hari ini yang dari sisi kemampuan intelektual luar biasa dan bisa menggapai ilmu setinggi-tingginya, menggapai cita-cita. Tetapi karena orang tuanya tidak memiliki uang, tidak memiliki tabungan, mungkin dia tidak mampu untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta para siswa mulai menyisihkan sebagian uang yang diterima untuk ditabung. Menurutnya, kebiasaan tersebut akan bermanfaat ketika mereka membutuhkan biaya pendidikan maupun kebutuhan penting lainnya.
“Kalau anak-anak hari ini dari mulai usia gini sudah terbiasa untuk menabung, yang pertama uang aman karena disimpan oleh pihak yang memang bertugas untuk menyimpan uang. Tetapi setelah uangnya aman, pada saatnya uang itu bisa digunakan oleh anak-anak sekalian untuk masa depan,” katanya.
Pemkot Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dan sektor perbankan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi di sekolah maupun komunitas.
Wattimena mengatakan, Pemkot Ambon sebelumnya telah mendorong siswa SD dan SMP memiliki rekening melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Program itu diharapkan tidak hanya memperluas akses pelajar terhadap layanan perbankan, tetapi juga membentuk kebiasaan mengelola uang secara bijak.
“Harapannya semua memiliki tabungan, anak-anak pelajar bisa menyimpan uang, bisa hemat, supaya untuk kepentingan hidup atau kebutuhan masa depan mereka,” tuturnya.
Dalam kegiatan Goes to School, CIMB Niaga turut membuka rekening bagi siswa SD Negeri 4 Ambon dan SD Negeri 65 Ambon.
Wattimena menegaskan, pembukaan rekening harus diikuti pemahaman mengenai manfaat menabung.
“Tujuannya untuk mengajarkan anak-anak, mengajari anak-anak supaya berhemat, bisa menabung untuk masa depan mereka,” katanya.
Ia berharap siswa menabung bukan semata karena diperintahkan guru atau orang tua, melainkan karena memahami manfaatnya bagi kehidupan mereka.
Dalam kesempatan itu, Wattimena juga menyampaikan Kota Ambon berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam bidang inklusi keuangan.
Menurut dia, Ambon sebelumnya masuk tiga besar bersama Kota Bandung dan Cirebon. Setelah melalui tahapan pemaparan di hadapan tim juri, Ambon dinyatakan sebagai pemenang.
“Besok Kota Ambon menerima penghargaan juara satu nasional, juara satu nasional inklusi keuangan. Kita kemarin final dengan tiga besar dengan Kota Bandung dan Cirebon. Kita paparkan di depan para juri dan syukurlah bahwa Kota Ambon keluar sebagai juara satu,” ungkapnya.
Wattimena mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar alasan untuk berbangga, tetapi menjadi apresiasi atas kerja keras berbagai pihak dalam meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Bukan soal penghargaan yang saya mau bilang, tetapi kerja keras kita. Kerja keras kita untuk memastikan bahwa Kota Ambon ini kota yang masyarakatnya terdidik, belajar soal keuangan dan juga keuangan itu mencakup semua,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Ambon, OJK, perbankan, sekolah, komunitas, dan masyarakat untuk terus memperluas literasi serta inklusi keuangan.
Cukup Sisihkan Rp2 Ribu dari Uang Jajan
Wattimena juga mengingatkan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan uang dalam jumlah besar.
Ia mencontohkan seorang anak yang mendapat uang jajan Rp10 ribu. Dari jumlah tersebut, Rp2 ribu dapat disisihkan untuk ditabung.
“Kalau orang tua kasih uang jajan Rp10 ribu, tidak usah banyak-banyak. Anak-anak bisa menabung Rp2 ribu saja, itu sudah luar biasa. Dan kalau ini dilakukan setiap hari secara rutin, mereka terbiasa menabung,” ujarnya.
Di hadapan para siswa, Wattimena kemudian menyampaikan pepatah yang menggambarkan pentingnya rajin dan hemat.
“Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya,” serunya.
Ia mengajak para siswa menjadikan menabung sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak usia sekolah dapat membantu anak-anak belajar mengatur keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, sekaligus mempersiapkan masa depan.


Tidak ada komentar