Breaking News

34 Kebakaran Terjadi di Ambon dalam 10 Hari, Walikota Khawatir Hujan Baru Turun Maret 2027


Ambon, CahayaLensa.com - Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di tengah kemarau panjang. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikannya, hujan di Kota Ambon diperkirakan baru turun pada Maret 2027.

Bodewin menyebutkan, sebanyak 34 kejadian kebakaran tercatat di Kota Ambon selama periode 1-10 Oktober 2026. Jumlah tersebut belum termasuk kebakaran yang terjadi setelah periode itu maupun sepanjang September 2026.

"Bayangkan, dari tanggal 1 sampai 10 Oktober saja ada 34 kejadian kebakaran. Kemarin saja masih ada beberapa titik lagi. Ini bukan soal angka, tetapi bagaimana kita menyadari bahwa dampaknya sudah sangat terasa," kata Bodewin kepada wartawan Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).

Bodewin mengatakan kemarau panjang saat ini menimbulkan sejumlah persoalan, mulai dari meningkatnya kebakaran hutan dan lahan, penurunan debit air, hingga kabut asap yang mengganggu kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena kekeringan diperkirakan masih berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

"BMKG memprediksi hujan di Kota Ambon baru turun pada Maret 2027. Bayangkan, masih sekitar enam bulan lagi. Sebagai manusia biasa, tentu kita harus cemas dan khawatir. Tetapi dalam kecemasan itu, yang paling penting adalah apa yang harus kita lakukan hari ini," ujarnya.


Bodewin meminta pemerintah dan masyarakat memperkuat upaya pencegahan kebakaran. Dia juga mengajak warga mendukung petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang setiap hari menangani kebakaran di berbagai lokasi.

Dia mengaku prihatin melihat petugas yang harus berulang kali berjibaku memadamkan api. Bahkan, setelah menangani kebakaran di kawasan Gunung Nona, petugas kembali menerima laporan kebakaran di Batu Halang.

Menurut Bodewin, kejadian yang terus berulang menunjukkan ancaman kebakaran di Ambon belum mereda. Karena itu, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah api meluas.

Bodewin juga meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dia mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat.

Kesadaran masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran, terutama karena rumput dan vegetasi mengering akibat kemarau panjang sehingga lebih mudah terbakar.

"Kalau masing-masing kita berfungsi untuk terus mengingatkan orang-orang di sekitar, dampaknya akan cukup besar. Jangan membakar sembarangan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan," tegasnya.

Bodewin mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.

Dia juga meminta warga mendukung petugas yang bekerja di lapangan dan ikut berperan aktif dalam mencegah munculnya titik api.

Pemerintah berharap kesadaran masyarakat dapat membantu menekan kejadian kebakaran di tengah kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Bodewin menegaskan, pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama agar dampak kekeringan terhadap keselamatan warga dan lingkungan di Kota Ambon tidak semakin meluas.

Tidak ada komentar