Breaking News

BPTP Wilayah XXIII Tetapkan Sejumlah Agenda di Tahun 2018. Apa Saja?



Ambon, Cahayalensa.Com -Dalam tahun ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIII Provinsi Maluku mengagendakan sejumlah program pembangunan yang meliputi pelebaran jalan wilayah Passo pada areal jembatan timbang yang belakangan dihentikan sementara pengoperasiannya lantaran mengalami kerusakan peralatan, pengadaan fasilitas keselamatan, pembangunan akses jalan masuk ke pelabuhan Moa Kabupaten MBD, pembangunan fly over, penataan penduduk wilayah Batu Merah, serta penyelesaian tahap akhir pembangunan pelabuhan Amahai.

Hal ini disampaikan, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIII Provinsi Maluku Herman Armada, kepada wartawan di Ambon. 

Untuk anggaran program perehaban jembatan timbang, besaran biayanya sekitar Rp1,3 milyar yang berasal dari APBD, ditambah dengan sistem IT untuk pemberlakuan e-tilang.

"Kedepannya tidak ada lagi hubungan langsung dengan supir. Sistemnya timbang dan kalau kedapatan melebihi standar maka akan dilakukan denda. Di Jawa sudah pakai sistem ini. Itu adalah sistem e-tilang. Prosedur timbangan harus benar-benar didukung dengan bukti yang akurat dengan menggunakan alat yang profesional,"ujarnya.

Sedangkan mengenai fasilitas keselamatan, kedepan BPTD Wilayah XXIII akan berkoordinasi lagi dengan Dinas PU, Dirlantas, dan Balai Jalan untuk membentuk tim koordinasi yang akan melakukan survei lokasi rawan kecelakaan di Provinsi Maluku. Hal itu mengacu pada pengusulan BPTD Wilayah XXIII tentang lokasi rawan, dan rencananya Dinas PU akan memback-up  fisik jalan.

Sementara untuk pembangunan pelabuhan Moa di MBD merupakan bagian dari program PU untuk mengkoneksikan pelabuhan ke pelabuhan. Jika melintasi jalan nasional, BPTD akan membantu untuk membangunnya. BPTD Wilayah XXIII juga telah berkoordinasi masalah pemasangan rambu-rambu dan dari pihak balai juga telah meminta untuk mengkoneksikan pelabuhan pada kawasan wisata.

"Kita berharap kedepannya dalam pembangunan pelabuhan  dapat berjalan beriringan dengan akses jalan. Itu sinergitas. Contohnya kemarin dinas Perhubungan sudah buatkan jalan akses ke pelabuhan Waisala di Piru. Itu merupakan fungsi koordinasi dengan balai jalan," ungkapnya.. (CL)

Tidak ada komentar