Penjabat Bupati Maluku Tengah, Rakib Sahubawa, secara resmi membuka festival tersebut. Dalam sambutannya, Sahubawa menyampaikan harapan agar Festival Banda Neira menjadi agenda tahunan bertaraf internasional yang mampu memperkuat promosi pariwisata dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga peluang besar untuk memperkuat posisi Kabupaten Maluku Tengah sebagai destinasi unggulan Indonesia,” ujar Sahubawa.
Festival Banda Neira 2024 menghidupkan kembali kejayaan Pulau Banda sebagai pusat perdagangan rempah dunia, terutama pala dan cengkih, yang dahulu menjadi daya tarik bangsa-bangsa Eropa pada masa kolonial.
Dengan slogan inspiratif “Jangan Mati Sebelum ke Banda” yang terinspirasi dari Sutan Sjahrir, festival ini menyuguhkan berbagai kegiatan menarik seperti karnaval budaya, lomba arumbar darat, tarian tradisional, lomba belang, kontes fotografi, pameran UMKM kuliner, hingga pertunjukan musik.
Festival ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dan bagian dari program Kharisma Event Nusantara, menjadikannya kesempatan emas bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjelajahi keindahan alam, budaya, dan sejarah Pulau Banda.
Pulau Banda, dengan pesona alam dan budaya yang kaya, siap menyambut wisatawan untuk pengalaman tak terlupakan
Reviewed by Cahaya Lensa
on
Kamis, November 14, 2024
Rating: 5

Tidak ada komentar