Breaking News

DPRD Maluku Ingatkan Masyarakat Jaga Kondusifitas Saat Gelar Demonstrasi


Ambon, CahayaLensa.com
– DPRD Provinsi Maluku mengingatkan masyarakat yang akan menggelar aksi demonstrasi agar tetap menjaga situasi kondusif serta menghindari tindakan anarkis.

Ketua DPRD Maluku, Benhur G. Watubun, menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara yang patut dihargai sebagai bagian dari kualitas demokrasi. Namun, ia meminta semua pihak menahan diri agar aksi yang dilakukan tetap berada pada koridor hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Demonstrasi merupakan hak setiap warga negara yang patut dihargai. Sebagai upaya menunjukkan kualitas demokrasi, kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan tetap berada di rel yang menjaga keamanan serta ketertiban, sehingga tidak terjadi aksi anarkis,” ujar Benhur di Ambon, Sabtu (…).

Ia mengingatkan, dalam situasi seperti ini selalu ada pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan momentum untuk merusak tatanan kehidupan sosial. Jika demonstrasi berubah menjadi anarkis, menurutnya, yang dirugikan bukan hanya daerah tetapi juga negara.

“Kalau aksi berlangsung anarkis, maka yang rugi negara sendiri. Bahkan, negara lain bisa saja memperingatkan warganya agar lebih waspada ketika berada di Indonesia. Karena itu mari kita sama-sama menjaga agar aspirasi tersampaikan tanpa merusak stabilitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Benhur meminta para elit politik untuk tidak alergi terhadap aksi demonstrasi. Menurutnya, demonstrasi adalah bagian dari kontrol masyarakat terhadap pemerintah, sehingga perlu dipandang sebagai proses sehat dalam kehidupan demokrasi.

“Jangan alergi dengan demonstrasi. Tugas kami di bidang pengambil kebijakan justru memastikan harapan rakyat bisa terpenuhi dengan baik. Maluku punya pengalaman pahit dan manis soal konflik, mari belajar dari pengalaman itu untuk menjaga kondusifitas daerah serta tatanan sosial budaya kita,” tandasnya.

DPRD Maluku juga memastikan siap menerima aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan oleh sejumlah perguruan tinggi di Ambon, di antaranya Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Darusalam, UIN AM Sangadji, UKIM, IAKN, Maluku Husada, Stikes Nania, serta STIA Alaska Ambon.

Rencana aksi tersebut juga akan melibatkan kelompok Cipayung Plus Kota Ambon, IMM, HMI, GMKI, PMII, PMKRI, hingga sejumlah LSM perjuangan rakyat lainnya.

“Kalau ada aksi demonstrasi datang, DPRD Maluku akan siap menerima. Aspirasi yang disampaikan akan kami dengarkan, apakah itu untuk pemerintah daerah maupun untuk pemerintah pusat. Kami pastikan suara rakyat akan tetap tersalurkan,” tutup Benhur.

Tidak ada komentar