PELNI Meminta Maaf & Siap Tanggung Kerugian, Akibat Insiden Yang terjadi Di Banda Naira
Ambon, CahayaLensa.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Banda Neira atas insiden yang melibatkan KM Sabuk Nusantara 106 saat proses sandar di Pelabuhan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4/2026).
Kejadian tersebut bermula ketika KM Sabuk Nusantara 106 mengalami gangguan pada mesin kapal secara tiba-tiba, sehingga kapal tidak dapat dikendalikan secara optimal saat mendekati dermaga dan mengakibatkan benturan dengan satu unit bangunan penginapan serta dua unit perahu milik warga. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka, baik dari awak kapal (ABK) maupun masyarakat yang terdampak.
Kepala Cabang PELNI Ambon Ridwan Mandaliko menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf dari manajemen PELNI atas insiden yang terjadi.
“Atas nama manajemen PELNI, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pemilik penginapan dan pemilik perahu yang terdampak insiden ini. Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Karena Banda Neira berada di bawah wilayah kerja Cabang PELNI Ambon, sejak awal insiden terjadi, tim telah turun langsung ke lokasi untuk menangani dampak yang timbul serta berkoordinasi dengan sangat baik bersama pihak-pihak terkait,” ujar Ridwan.
Ridwan menambahkan bahwa PELNI berkomitmen untuk bertanggung jawab atas seluruh kerugian material yang dialami oleh pemilik penginapan maupun pemilik perahu.
“Kami telah berkomunikasi langsung dengan warga yang terdampak dan memastikan proses kompensasi berjalan dengan cepat serta transparan. Kami juga berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tambah Ridwan.
Adapun KM Sabuk Nusantara 106 telah melanjutkan pelayaran dari Pelabuhan Banda pada Selasa (28/4) pukul 20.00 WIT setelah mendapatkan persetujuan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat. Kapal dinyatakan laik layar setelah melalui proses pemeriksaan dan perbaikan selama 5 jam di Banda Neira.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap penyebab kerusakan mesin kapal. Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat,” pungkas Ridwan.
Sebagai informasi, data Perusahaan menunjukkan sepanjang tahun 2025 jumlah penumpang yang naik di Banda Neira sebanyak 10.537 orang dan penumpang turun tercatat sebanyak 8.864 orang. Sementara itu, pada Januari – April 2026, tercatat 3.203 penumpang naik dan 2.497 penumpang turun melalui Pelabuhan Banda.
Kapal PELNI memiliki peranan penting di wilayah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal dan perbatasan), khususnya di wilayah Maluku. Kehadiran kapal penumpang maupun kapal perintis yang dioperasikan PELNI menjadi salah satu tulang punggung konektivitas dan pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat setempat.
PELNI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan keandalan operasional kapal, serta memastikan kehadiran layanan yang aman dan dapat diandalkan bagi masyarakat. PELNI juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan yang diberikan masyarakat selama proses penanganan insiden ini berlangsung.
Tentang PELNI
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 17 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
**
Informasi dan pertanyaan hubungi :
Firdha Islamy
Manager Komunikasi Korporasi
PT PELNI (Persero)
Telp. 021 - 6334342 ext 1310


Tidak ada komentar