Breaking News

Dishub Ambon Terima Aksi Damai Sopir Hunut, Tegaskan Trayek Tetap Mengacu SK Wali Kota


Ambon, CahayaLensa.Com - Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Yan Suitela, menerima aksi damai yang dilakukan sopir angkutan kota (angkot) trayek Hunut terkait polemik larangan melintas di wilayah Passo,di depan Balai Kota Ambon Selasa( 05/05/2026)

Dalam keterangannya, Suitela menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon selama dua tahun terakhir telah berulang kali membuka ruang mediasi antara pihak trayek Hunut dan Passo. Berbagai alternatif solusi juga telah ditawarkan kepada kedua belah pihak, namun belum menghasilkan kesepakatan bersama.

“Kami sudah beberapa kali memfasilitasi mediasi dan bahkan memberikan pilihan solusi bagi kedua trayek. Namun sampai saat ini belum ada titik temu karena masing-masing pihak tetap mempertahankan pendapatnya,” ujar Suitela.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ambon tetap berpegang pada Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ambon terkait penetapan trayek yang hingga kini masih berlaku dan menjadi dasar hukum operasional di lapangan.

Menurutnya, Dishub juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, termasuk Polsek Teluk Ambon, untuk mengantisipasi potensi konflik. Jika ditemukan pelanggaran hukum atau tindakan yang mengarah pada gangguan keamanan, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada pihak yang merasa dirugikan atau mengalami ancaman, silakan melapor ke Dishub atau kepolisian. Kita ingin semua berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan benturan di lapangan,” tegasnya.

Suitela juga mengajak seluruh sopir angkot untuk menahan diri dan menerima keputusan pemerintah dengan lapang dada demi menjaga stabilitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Jalur Hunut Yopi  mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan tersebut.

 Ia mengimbau para sopir Hunut untuk menghindari konflik di lapangan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada para pemilik angkot karena aktivitas operasional terhenti akibat aksi tersebut.

“Kami minta teman-teman menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga mohon maaf kepada para pemilik kendaraan karena hari ini sopir tidak beroperasi akibat aksi yang dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sementara waktu aktivitas di terminal dihentikan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan para sopir.
Hingga saat ini, ketegangan antara trayek Hunut, Passo, dan Laha terkait jalur operasional masih berlangsung.

Pemerintah Kota Ambon diharapkan segera menghadirkan solusi konkret agar konflik tidak berlarut dan pelayanan transportasi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Tidak ada komentar