Pelni Ambon Pastikan KM Sabuk Nusantara 106 Tetap Layani Banda, Kerusakan Warga Diganti Penuh
Ambon, CahayaLensa.com — Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon, Ridwan Mandaliko, memastikan KM Sabuk Nusantara 106 tetap beroperasi normal usai insiden kapal menabrak rumah warga dan perahu di Banda, Maluku Tengah.
Penegasan itu disampaikan Ridwan dalam konferensi pers sekaligus silaturahmi bersama insan pers di Kota Ambon, Rabu (29/4/2026).
Menurut Ridwan, KM Sabuk Nusantara 106 merupakan kapal penugasan pemerintah kepada PT Pelni yang melayani rute Ambon–Banda–Geser–Amahai. Kapal tersebut menjadi transportasi andalan masyarakat, khususnya warga Banda, karena tarifnya murah dan telah disubsidi pemerintah.
“Sabuk Nusantara 106 ini menjadi pilihan utama masyarakat Banda. Kapal ini bisa disebut primadona karena rutin melayani rute tersebut dan tarifnya terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usai insiden tabrakan terhadap rumah warga, pihak Pelni langsung melakukan investigasi bersama tim di Ambon, Banda, dan kantor pusat guna mengetahui penyebab pasti kejadian.
“Saat ini tim kami masih mendalami penyebab kejadian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil investigasi sudah bisa disampaikan,” katanya.
Ridwan menambahkan, Pelni juga segera berkoordinasi dengan KSOP, aparat kepolisian, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kondisi kapal sehingga operasional tidak terganggu.
Setelah dilakukan pemeriksaan teknis, kapal dinyatakan layak berlayar kembali dan aman untuk dioperasikan.
“Pada hari yang sama, 28 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIT, kapal sudah kembali berlayar dari Banda menuju Ambon,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh rute yang dilayani KM Sabuk Nusantara 106 tetap berjalan normal tanpa hambatan. Kapal tersebut sangat vital karena melayani mobilitas warga dan distribusi logistik antarwilayah.
Menurut dia, jumlah penumpang kapal itu rata-rata mencapai 200 hingga 300 orang setiap perjalanan, baik penumpang naik maupun turun. Selain itu, kapal juga mengangkut barang kebutuhan pokok seperti sembako, sayur-mayur, buah, hingga material bangunan.
“Kalau kapal ini tidak beroperasi, tentu sangat mempengaruhi mobilitas masyarakat dan pasokan barang ke Banda maupun daerah lain,” tegasnya.
Terkait dampak insiden, Pelni memastikan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan rumah, penginapan, maupun perahu warga yang terdampak.
“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan para pemilik rumah, penginapan, dan perahu. Semua kerusakan akan diganti oleh PT Pelni. Sudah ada kesepakatan dan diselesaikan secara baik,” katanya.
Ridwan juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena KM Sabuk Nusantara 106 tetap beroperasi seperti biasa.
“Ini kapal penugasan pemerintah, jadi masyarakat tidak usah khawatir. KM Sabuk Nusantara 106 tetap melayani Banda, Geser, Amahai, maupun Ambon secara normal,” tandasnya.


Tidak ada komentar