Wali Kota Ambon Apresiasi Gema Budaya Islami Season II, Tegaskan Komitmen Bangun Kota Inklusif dan Toleran
Ambon,CahayaLensa.com- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Gema Budaya Islami Season II yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal Sanggar Al-Muzaffar serta penyerahan Golden Ticket dan piagam penghargaan kepada peserta audisi LASQI tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Azari Al-Fatah, Senin (20/04/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon terus berupaya membangun kota dalam semangat hidup orang basudara, dengan menjadikan Ambon sebagai kota yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ambon Manise yang inklusif menggambarkan bahwa pemerintah hadir untuk semua masyarakat. Seluruh warga kota harus memiliki peran penting bersama pemerintah untuk membangun kota ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon terus memberikan perhatian kepada seluruh umat beragama agar tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan lintas budaya dan agama seperti Festival Ramadan, Ogo-Ogo, Imlek, hingga Gema Budaya Islami merupakan rangkaian agenda pemerintah dalam memperkuat toleransi di Kota Ambon.
“Kota ini dihuni masyarakat yang majemuk. Karena itu kita harus hidup dalam kebersamaan sebagai orang basudara,” katanya.
Wattimena juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung kegiatan masyarakat, termasuk sanggar seni dan organisasi kebudayaan, salah satunya LASQI Nusantara Jaya.
Ia berharap seluruh kegiatan seni budaya yang telah berjalan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari pencarian jati diri Kota Ambon di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Kita harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh orang tua terdahulu,” tegasnya.
Wali Kota juga menyampaikan gagasannya sejak tahun 2023 agar setiap desa, negeri, dan kelurahan di Kota Ambon memiliki minimal satu sanggar seni budaya sebagai upaya menjaga kelestarian budaya lokal.
“Saya ingin setiap desa dan kelurahan memiliki sanggar seni budaya. Kalau ada 50 sanggar di Ambon, maka kita bisa punya 50 tarian baru. Ini potensi besar yang harus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menilai Sanggar Al-Muzaffar telah memberi contoh baik karena aktif mengisi berbagai kegiatan, baik skala kecil maupun besar di Kota Ambon.
Selain itu, Wattimena mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan momentum Halal Bi Halal untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga keamanan dan kenyamanan kota.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Masyarakat juga tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bersama-sama membangun Ambon,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua LASQI Kota Ambon, Abas Rumadan, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat seni budaya Islami sekaligus mendukung Ambon sebagai Ambon City of Music.
“Hari ini kita melaksanakan Gema Budaya Islami Season II sekaligus Halal Bi Halal, serta penyerahan Golden Ticket kepada peserta audisi dari Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe,” ujarnya.
Ia menjelaskan, antusiasme peserta sangat tinggi dengan total 104 peserta dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Nusaniwe, yang berasal dari jenjang SD hingga SMA.
Menurut Rumadan, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi dengan melibatkan pelaku UMKM di lokasi acara.
Ke depan, LASQI Ambon akan melanjutkan audisi ke Kecamatan Teluk Baguala pada Juni mendatang, sementara puncak kegiatan direncanakan berlangsung bertepatan dengan HUT Kota Ambon.
Tak hanya itu, pada tahun 2026 LASQI juga akan membuka perlombaan khusus bagi ibu-ibu pengajian dengan total hadiah mencapai Rp20 juta.
“Kami berharap kegiatan ini terus melahirkan talenta-talenta baru yang mampu mengharumkan nama Ambon, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tutup Rumadan.


Tidak ada komentar