Dispora Ambon Dorong Peningkatan Akses dan Kapasitas Pemuda, Jajaki Kerja Sama hingga Australia
Ambon,CahayaLensa.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon, Ricahard Luhukay, menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi pemuda saat ini masih berkutat pada masalah klasik, yakni keterbatasan akses terhadap lapangan pekerjaan maupun peluang untuk menciptakan pekerjaan baru.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara di Balai Kota Ambon, Kamis 12 Februari 2026.
Menurut Luhukay, pemuda dalam kategori usia 16 hingga 30 tahun sebagaimana diatur dalam undang-undang, merupakan kelompok strategis yang harus menjadi perhatian bersama. Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka tenaga kerja mengalami sedikit penurunan, tingkat pengangguran masih relatif tinggi, terutama seiring meningkatnya jumlah lulusan setiap tahun.
“Masalah ini memang klasik, tetapi sifatnya terus-menerus. Karena itu, kami di Dinas berupaya untuk setidaknya mengurangi dan berkontribusi dalam mengurai persoalan tersebut, agar para pemuda memiliki ruang dan kapasitas yang bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah mendorong penyebaran peluang bagi pemuda, agar tidak terfokus pada satu wilayah saja, melainkan dapat mengakses kesempatan di daerah lain, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, ia menekankan bahwa kesiapan kapasitas menjadi faktor utama.
“Kapasitas itu bukan hanya kompetensi akademik, tetapi juga peningkatan skill lainnya. Soft skill dan hard skill harus disiapkan sesuai kebutuhan global saat ini,” tegasnya.
Dalam rangka membuka akses yang lebih luas, Dispora Kota Ambon tengah menjajaki kembali kerja sama sister city antara Ambon dan Darwin, Australia.
Beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan pertemuan penjajakan dengan Konsul Jenderal Australia untuk wilayah Darwin di Ambon.
Selain itu, Dispora juga telah menyurati KJRI di Sydney untuk membangun komunikasi dan menjajaki kemungkinan kerja sama serupa, guna membuka peluang bagi sumber daya manusia muda Ambon di Australia.
“Kita berharap hubungan sister city ini kembali menghangat. Jika peluang kerja sama terbuka, maka di satu sisi pemuda kita semakin siap dan cerdas, di sisi lain mereka juga memiliki tempat untuk berkembang,” jelasnya.
Tak hanya menjalin kerja sama internasional, Dispora juga mempersiapkan pola pembinaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Konsep yang disiapkan tidak lagi berbasis pendekatan tradisional, melainkan menyesuaikan dengan tuntutan global dan perkembangan teknologi.
Pada tahun sebelumnya, Dispora telah menjalin kolaborasi dengan startup lokal yang terafiliasi dengan pemuda di Belanda, yakni Laikup Academy.
Program ini difokuskan pada pengembangan soft skill, seperti public speaking, analisis dan pengendalian AI, serta berbagai keterampilan pendukung lainnya yang relevan dengan era digital.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga penguatan soft skill. Kalau dampak yang kita buat sekarang mungkin kecil, tetapi jika dilakukan terus-menerus, beberapa tahun ke depan akan menjadi dampak yang masif,” pungkas Luhukay.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing pemuda Kota Ambon, sekaligus membuka akses yang lebih luas di pasar kerja nasional maupun global.


Tidak ada komentar