Sejarah dan Persatuan Jadi Sorotan dalam Paripurna HUT Kota Masohi
Cahayalensa.com, Masohi - DPRD Kabupaten Maluku
Tengah menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Ulang Tahun
ke-68 Kota Masohi, Rabu (3/10/2026), di ruang sidang DPRD. Acara dihadiri Bupati
Zulkarnain Awat Amir, Wakil Bupati Mario Lawalata, anggota DPRD, Forkopimda,
serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menekankan bahwa Kota
Masohi lahir dari gagasan dan perjuangan bangsa sendiri, bukan peninggalan
kolonial. Ia menyoroti sejarah panjang pendirian kota sebagai pusat
pemerintahan dan simbol persatuan masyarakat di Maluku Tengah.
“Masohi merupakan buah dari kerja keras para pendiri, tokoh
adat, dan seluruh masyarakat dari negeri-negeri seperti Amahai, Souhoku,
Makariki, Haruru, Sepa, Rutah, Tamilo, dan Waraka. Dari tanah dan jiwa mereka,
Masohi lahir sebagai kota persaudaraan,” ujar Zulkarnain.
Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa, dalam
pidatonya menambahkan bahwa perjalanan Kota Masohi sejak peletakan batu pertama
oleh Presiden Soekarno hingga kini mencerminkan semangat kebersamaan dan
toleransi antarwarga. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah
keberagaman suku, budaya, agama, dan ras yang ada di kota tersebut.
“Masohi adalah rumah besar bagi semua orang. Mari terus kita
jaga kebersamaan, tumbuh dalam semangat persatuan, dan bangun kota ini menjadi
tempat yang aman, nyaman, dan harmonis,” tegas Haurissa.
Selain mengenang sejarah, paripurna juga menyoroti tanggung
jawab pemerintah daerah saat ini untuk memenuhi harapan masyarakat di seluruh
wilayah Maluku Tengah, mulai dari Pulau Seram, Pulau Lease, Jazirah Leihitu,
hingga Kepulauan Banda. Haurissa berharap kolaborasi antara DPRD dan pemerintah
daerah dapat mewujudkan cita-cita rakyat dalam pembangunan dan pelayanan
publik.
Rapat paripurna ditutup dengan doa bersama dan ucapan syukur
atas perjalanan Kota Masohi selama 68 tahun, sekaligus menjadi momentum untuk
memperkuat semangat persatuan dan pembangunan berkelanjutan di kota yang kini
dikenal sebagai pusat pemerintahan dan budaya Maluku Tengah.



Tidak ada komentar