Breaking News

Puluhan Mahasiswa di Masohi Gelar Aksi Tuntut Transparansi Pemerintah dan Evaluasi Kinerja RSUD


MASOHI, CahayaLensa.com
– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kekuasaan Rakyat (AKURAT) menggelar aksi demonstrasi di pusat Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, pada Rabu (3/9/2025). Aksi ini diikuti oleh sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, seperti PMII Komisariat Universitas Dr. Djar Wattiheluw, Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (LMND), BEM Fakultas Administrasi Negara, BEM Hukum, BEM Sains, serta LSM Pemuda Peduli Rakyat (PAPERA).

Massa aksi memulai long march dari kawasan Lapangan Nusantara Masohi menuju Kantor Bupati Maluku Tengah, DPRD Maluku Tengah, dan Mapolres Maluku Tengah, sambil membawa spanduk dan poster berisi 14 tuntutan terkait isu nasional dan lokal.

Koordinator aksi, Nejarudin Lamawitak, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap berbagai persoalan pelayanan publik dan kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada rakyat.

“Kami turun ke jalan karena sudah terlalu banyak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Pemerintah harus mendengar suara mahasiswa dan masyarakat,” tegas Nejarudin dalam orasinya.

Aksi mahasiswa ini mendapat respons langsung dari Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, yang bersama Sekretaris Daerah menemui para demonstran di depan Kantor Bupati. Dalam dialog terbuka tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi mahasiswa dan berjanji menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.

“Saya berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa. Semua tuntutan ini akan kami pelajari dan tindak lanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah,” ujar Zulkarnain.

Berikut 14 tuntutan utama yang disuarakan massa aksi AKURAT:

  1. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR yang dinilai menambah penderitaan rakyat.

  2. Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

  3. Membebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan di berbagai daerah di Indonesia.

  4. Mendesak Bupati Maluku Tengah mencopot Direktur RSUD Masohi serta mengevaluasi total manajemen pelayanan kesehatan.

  5. Meminta Kapolres Maluku Tengah memeriksa anggaran operasional dan obat-obatan di RSUD Masohi serta proyek IPAL Dinas Kesehatan.

  6. Mendesak Bupati Maluku Tengah agar adil dalam pemberian dana hibah kepada seluruh perguruan tinggi di wilayahnya.

  7. Meminta Kapolres Maluku Tengah memeriksa dugaan penyalahgunaan anggaran hibah tahun 2017, 2018, 2019, 2021, dan 2024 di Politeknik Negeri Ambon (Masohi dan Banda).

  8. Mendesak Bupati Maluku Tengah mencabut izin PT Waragonda di Negeri Haya.

  9. Mendesak pembebasan dua pemuda Negeri Haya yang ditahan di Polda Maluku.

  10. Meminta Bupati Maluku Tengah segera meresmikan Puskesmas Rawat Jalan di Negeri Lesibata Timur, Kecamatan Seram Utara Barat.

  11. Mendesak Sekda Maluku Tengah transparan dalam penggunaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Tahun Anggaran 2024.

  12. Meminta Kapolres Maluku Tengah memeriksa dugaan penyalahgunaan PPJ tahun 2022–2024.

  13. Mendesak penindakan terhadap dua ASN yang diduga memperjualbelikan aset daerah di Pasar Binaiya Masohi.

  14. Meminta pemerintah mengembalikan pedagang terdampak rehab Pasar Tingkat Binaiya Masohi ke tempat semula.

Aksi berlangsung damai dan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian dari Polres Maluku Tengah. Meski sempat terjadi adu argumentasi kecil antara massa dan aparat, situasi kembali kondusif setelah pertemuan antara mahasiswa dan Bupati selesai.

Massa AKURAT menegaskan akan terus mengawal seluruh tuntutan tersebut hingga mendapat tanggapan dan tindakan nyata dari pemerintah daerah.

Tidak ada komentar