Breaking News

OJK Maluku Perkuat Peran TPAKD, Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Menuju Indonesia Emas 2045

Ambon, CahayaLensa.com– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong perluasan akses keuangan masyarakat melalui penguatan koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Provinsi Maluku. 

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan UMKM, serta mempercepat implementasi program TPAKD di seluruh wilayah Maluku.
Sebagai bagian dari agenda tahunan, Rapat Pleno TPAKD Provinsi Maluku Semester II Tahun 2025, diselenggarakan di Ruang Serbaguna Lantai 5 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (16/12/2025). 

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku, lembaga jasa keuangan, serta instansi terkait.

Evaluasi 2025 dan Arah Program 2026
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat pleno bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja TPAKD Tahun 2025 sekaligus menetapkan program kerja Tahun 2026.

Program yang dirumuskan diharapkan mampu memperluas akses keuangan masyarakat, mendukung pencapaian Indeks Keuangan Akses Daerah (IKAD) 2029, serta selaras dengan agenda pembangunan daerah Sapta Cita Lawamena: “Transformasi Maluku Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.”Dibuka Gubernur Maluku
Rapat pleno dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M. 

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi capaian program kerja TPAKD Tahun 2025 yang dinilai berhasil meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Maluku.

Gubernur juga menegaskan peran strategis TPAKD Provinsi sebagai koordinator bagi 11 TPAKD kabupaten/kota, guna memastikan implementasi program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Capaian Utama Program TPAKD Provinsi Maluku Tahun 2025
Rapat pleno yang dipimpin oleh Sekretaris TPAKD Provinsi Maluku, Kepala Biro Perekonomian Setda Maluku Onesimus Soumeru, S.Sos., S.Pd., M.Si., memaparkan sejumlah capaian utama sebagai berikut:

1. Pengembangan Ekonomi Daerah
Business Matching UMKM: 3 kegiatan di Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat.

Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Komoditas Pala: penandatanganan PKS antara PT Kabong Tani Pala dan pengumpul pala di Negeri Seith, bekerja sama dengan BPD Maluku dan Maluku Utara.

2. Perluasan Akses Keuangan
KUR dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR):KUR sebesar Rp1,0 triliun kepada 21.673 debitur
K/PMR sebesar Rp5,6 miliar kepada 349 debitur, melampaui target 3.000 debitur,Agen Laku Pandai: 4.075 agen per November 2025, meningkat dari 3.693 agen pada Desember 2024.
Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar):122.731 rekening SimPel dengan saldo Rp37,68 miliar
8.761 rekening non-SimPel dengan saldo Rp11,38 miliar

Pelindungan Jaminan Sosial:
Pembukaan 10.000 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,Tambahan 349 perusahaan/kepesertaan badan usaha
Penambahan 33.784 pekerja informal aktif,Total pekerja formal aktif mencapai 75.049 orang

3. Peningkatan Digitalisasi UMKM
QRIS: penambahan 19.171 merchant selama periode Januari–Oktober 2025.

4. Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Galeri Investasi Edukasi: pembukaan 4 galeri baru di MAN 1 Ambon, SMA As-Salam Ambon, MA Al-Fatah Ambon, dan MAN 1 Maluku Tengah.
Bulan Inklusi Keuangan (BIK): pelaksanaan Moluccas Financial Day pada 8 November 2025 di Dermaga Ferry Ina Marina, Masohi.
Bulan Literasi Keuangan (BLK): 17 kegiatan edukasi yang menjangkau 5.870 peserta.
Edukasi Keuangan Syariah: 313 kegiatan selama Ramadan 2025 dengan 73.229 peserta di 4 kabupaten/kota, serta kegiatan lanjutan di Maluku Tenggara dan Kota Tual bagi 200 siswa MAN/MA.

Program Kerja TPAKD Provinsi Maluku Tahun 2026,Dalam rapat pleno tersebut, disepakati sejumlah program prioritas Tahun 2026, antara lain:

Pengembangan Ekonomi Daerah melalui tindak lanjut ekosistem keuangan inklusif berbasis komoditas pala

Perluasan Akses Keuangan melalui penyaluran KUR dan K/PMR, perluasan agen Laku Pandai, penguatan Program KEJAR dengan prioritas siswa SMA, serta peningkatan pelindungan jaminan sosial;

Digitalisasi UMKM melalui peningkatan jumlah merchant QRIS;
Literasi dan Inklusi Keuangan melalui pembukaan galeri investasi pasar modal, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (Oktober 2026), serta Bulan Literasi Keuangan (Mei–Agustus 2026), termasuk program Training of Trainers bagi Guru Penggerak dan guru ekonomi.

Program kerja TPAKD Provinsi Maluku ini menjadi rujukan bagi TPAKD kabupaten/kota, dengan tetap menyesuaikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing daerah. Melalui penguatan peran TPAKD, OJK Maluku menargetkan peningkatan inklusi keuangan, perluasan akses pembiayaan UMKM, serta penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar