Pemkot Ambon Apresiasi Dukungan Pemprov Maluku Bangun Kembali Rumah Warga Terdampak Konflik Hunuth–Durian Patah
Ambon — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku dalam membantu pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terdampak konflik di Desa Hunuth–Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, usai melakukan peninjauan lapangan bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, ke lokasi rumah warga terdampak konflik, Kamis (15/1/2026).
Wali Kota menjelaskan, sebagian besar rumah warga yang sebelumnya rusak akibat konflik kini telah selesai dibangun kembali. Sementara itu, beberapa unit rumah lainnya yang hanya mengalami kerusakan ringan akan segera diperbaiki dalam waktu dekat.
“Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Gubernur Maluku, rumah-rumah warga yang terdampak konflik pada prinsipnya telah dibangun kembali. Ada beberapa yang mengalami kerusakan ringan dan akan segera diperbaiki,” ujar Bodewin.
Pemkot Ambon secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai sangat signifikan dalam mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga.
“Bantuan ini sangat membantu Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat. Kami bersyukur atas kerja kolaboratif dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon dalam menyelesaikan persoalan ini,” tambahnya.
Selain dukungan dari pemerintah provinsi, Pemkot Ambon juga melibatkan partisipasi berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan unsur masyarakat, guna menutupi kebutuhan pembangunan yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh anggaran pemerintah.
Menurut Wali Kota, pembangunan rumah secara permanen ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, rasa aman, dan keadilan bagi masyarakat yang terdampak konflik sosial.
“Yang kita inginkan adalah rumah-rumah yang telah dibangun secara permanen ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sehingga kehidupan sosial dapat kembali berjalan normal dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Sebagai informasi, total rumah warga yang terdampak konflik berjumlah 43 unit, terdiri dari 15 unit rusak berat dan 28 unit rusak ringan. Seluruh proses pemulihan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan mengedepankan aspek kemanusiaan serta keberlanjutan sosial.
Pemkot Ambon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi, aparat keamanan, maupun elemen masyarakat, dalam rangka pemulihan pascakonflik dan menjaga stabilitas keamanan serta keharmonisan sosial di Kota Ambon.

Tidak ada komentar