Breaking News

205 Peserta Ikuti Pembukaan Persidangan ke-44 Jemaat GPM Silo Ambon


Ambon, CahayaLensa.com - Sebanyak 205 peserta, yang terdiri atas peserta biasa dan peserta luar biasa, mengikuti Pembukaan Persidangan ke-44 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Silo Klasis Kota Ambon Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gereja GPM Silo, Ambon, Minggu 08 Februari 2026.

Persidangan jemaat yang digelar setiap lima tahun ini mengusung tema:
“Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10).

Pembukaan persidangan dilakukan secara resmi oleh Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) Kota Ambon, Pdt. S.D. Kesaulya, S.Si., MPK, didampingi Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Silo Pdt. D. Picauly, S.Th, Pdt. Pendly Pattihawean, serta Ketua Panitia Persidangan Christian J.M. Louhenapessy.

Dalam laporan panitia, Christian J.M. Louhenapessy menjelaskan bahwa Sidang Jemaat merupakan wujud praktik kepemimpinan gereja (sun hodos) yang melibatkan Majelis Jemaat, badan-badan penyelenggara pelayanan, serta utusan sektor.

Sidang ini menjadi ruang evaluasi dinamika pelayanan jemaat sekaligus perumusan strategi pelayanan ke depan, khususnya dalam menjawab tantangan Jemaat GPM Silo yang berada di pusat Kota Ambon.

“Gereja yang sadar akan kebutuhannya adalah gereja yang sungguh-sungguh hadir di tengah dunia,” tegas Louhenapessy.

Persidangan ke-44 Jemaat GPM Silo dilaksanakan berdasarkan Tata Gereja Protestan Maluku, Peraturan Pokok GPM tentang Jemaat, serta sebagai tindak lanjut Keputusan Sidang Jemaat ke-43 Tahun 2025 dan SK Majelis Jemaat GPM Silo Nomor 08/SKEP/KKA-JSO/D.14/04/2025 tentang pembentukan panitia pelaksana.

Adapun agenda utama Persidangan Jemaat meliputi,Pembahasan dan penetapan Rencana Strategis Pengembangan Pelayanan Jemaat (RP3J) sebagai penjabaran PIP–RIPP lima tahunan;
Evaluasi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan renstra lima tahun sebelumnya;
Penetapan program pelayanan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ);
Pembahasan dan penyelesaian berbagai persoalan keumatan yang relevan.

Komposisi Peserta
Dari total 205 peserta, terdiri atas:
Peserta Biasa:
Unsur Majelis Jemaat: 62 orang
Utusan Sektor: 84 orang
Peserta Luar Biasa:
Unsur Majelis Pekerja Klasis: 2 orang
Badan-badan Penyelenggara Pelayanan: 49 orang
Pendeta domisili jemaat: 8 orang

Dalam arahannya, Ketua MPK Kota Ambon, Pdt. S.D. Kesaulya, menegaskan bahwa Sidang Jemaat merupakan wujud komitmen gereja terhadap konstitusi GPM, pengakuan iman bahwa Yesus Kristus adalah Kepala Gereja, serta panggilan misi gereja di tengah tantangan zaman.

Ia menekankan bahwa fokus pelayanan tahun 2026 diarahkan pada pembenahan internal jemaat dan penguatan pemberdayaan umat, termasuk pelayanan pendidikan, pembinaan keluarga, anak-anak, generasi muda, serta kepedulian terhadap persoalan ekologi dan lingkungan hidup.

“Persoalan sampah dan kerusakan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab gereja sebagai bagian dari kesaksian iman,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun kesejahteraan umat dan menjaga stabilitas sosial.

Ia mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi Kota Ambon pada tahun 2026, mulai dari pemotongan anggaran daerah hingga persoalan ketahanan pangan, lingkungan, dan keamanan.

“Kita tidak bisa hanya mengeluh, tetapi harus beradaptasi. Gerakan keluarga menanam, keluarga melaut, serta pengelolaan sampah berbasis kesadaran bersama harus menjadi bagian dari solusi,” ujar Wattimena.

Wattimena juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban kota agar iklim investasi tetap kondusif.

 Menurutnya, stabilitas sosial merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kota Ambon.
Momentum Peneguhan Pelayanan Jemaat 

Persidangan ke-44 Jemaat GPM Silo diharapkan menjadi momentum strategis dalam menata arah pelayanan lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat peran gereja dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan menuju satu abad Gereja Protestan Maluku.

Tidak ada komentar