Festival Imlek 2577 Kongzili 2026, Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Kebersamaan dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Ambon,CahayaLensa.com - Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon kembali menggelar Festival Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Pattimura Park, Sabtu 14 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kalender pariwisata Kota Ambon sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Dalam laporan panitia, Sandra Berhitu menegaskan bahwa Festival Imlek bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi sukacita.
“Imlek mengajarkan kita pentingnya kebersamaan, rasa saling peduli, serta refleksi atas nilai kebajikan, keharmonisan, dan rasa syukur. Karena itu, kami mengemasnya dalam Imlek Festival 2577 Kongzili Tahun 2026 sebagai ruang berbagi dan memperkuat hubungan antarsesama,” ujarnya.
Sandra mengungkapkan, berkaca dari keberhasilan event sebelumnya yang berdampak pada peningkatan PDRB sektor ekonomi kreatif tahun 2025 hingga mencapai Rp158 miliar lebih, pihaknya berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan tetap Pemerintah Kota Ambon.
Festival tahun ini melibatkan 84 pelaku UMKM yang merepresentasikan 17 subsektor ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan pameran UMKM, lomba fashion show yang diikuti 66 anak usia 5–12 tahun, hingga pementasan barongsai di sejumlah ruas jalan Kota Ambon yang menyemarakkan suasana. Acara dilanjutkan dengan pentas seni dan hiburan.
Kegiatan ini juga dinilai selaras dengan 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2030, khususnya poin ke-7 tentang pembangunan ekosistem ekonomi kreatif guna mendukung Ambon sebagai City of Music.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya mengingatkan bahwa sejak 2024 perayaan Imlek telah ditetapkan sebagai bagian dari kalender pariwisata Kota Ambon.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota akan mengagendakan sedikitnya empat event besar setiap tahun, yakni Festival Jalan Salib, Festival Ramadan, Festival Imlek, dan Festival Santa Claus.
“Ivent-ivent ini adalah atraksi buatan yang kita siapkan untuk mendukung pariwisata. Kalau hanya menjual wisata alam, itu tidak cukup. Kita perlu menghadirkan atraksi budaya bernuansa agama yang memberi nilai tambah bagi pariwisata Kota Ambon,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan strategi membangun daya tarik kota berbasis keberagaman budaya dan agama, sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang inklusif.
Dalam kesempatan itu, Bodewin juga mengajak masyarakat untuk membiasakan penyebutan “warga Kota Ambon keturunan Tionghoa” sebagai bentuk penegasan identitas kebersamaan.
“Kita letakkan Ambon di depan. Beta par Ambon itu harus terwujud dalam tindakan nyata. Ambon par samua berarti seluruh warga mendapat akses yang sama untuk bersukacita dan merayakan keyakinannya,” ujarnya.
Ia berharap Festival Imlek menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Kota Ambon.
Apresiasi juga disampaikan Wali Kota kepada Yayasan Simpati yang pada perayaan Imlek tahun ini memilih fokus pada aksi pelayanan kasih dibanding pesta seremonial.
Pembina Yayasan Simpati, Hengky Tandelilin, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon atas dukungan penyelenggaraan festival menjelang Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026.
“Tahun ini kami tidak mengadakan pesta, tetapi pelayanan kasih. Bantuan akan diserahkan secara simbolis oleh Pak Wali Kota, kemudian kami lanjutkan dengan mengunjungi langsung penerima bantuan agar mereka benar-benar merasakan kepedulian,” ungkapnya.
Hengky juga menyatakan dukungan penuh warga Tionghoa di Kota Ambon terhadap program-program prioritas pemerintah, termasuk penanganan sampah dan kebersihan kota.
Ia membuka ruang kolaborasi lanjutan, baik dalam kegiatan sosial maupun dukungan sarana prasarana.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pengadaan gerobak sampah untuk menjangkau lorong-lorong pemukiman yang tidak dapat dilalui kendaraan besar.
Festival Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga simbol kuat harmoni sosial di Kota Ambon. Pemerintah Kota menegaskan komitmennya menjadikan perayaan keagamaan sebagai ruang edukasi budaya, penguatan ekonomi kreatif, sekaligus aksi nyata kepedulian sosial.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 kepada seluruh warga Kota Ambon keturunan Tionghoa. Semoga semangat persaudaraan dan kebersamaan terus terjaga di kota yang kita cintai ini,” tutup Wali Kota.


Tidak ada komentar