Breaking News

GMNI Cabang Ambon Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar, Teguhkan Peran Student Movement Menuju Indonesia Emas 2045


Ambon, CahayaLensa.com-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan melalui pelaksanaan Kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD).

Kegiatan ini menjadi langkah konkret GMNI Ambon dalam menjalankan proses kaderisasi secara optimal di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Kegiatan, Taufiq Rabrusun, dalam laporan panitia pada pembukaan kegiatan, Selasa (10/2) di Lantai II Ruang Vlisingen Kantor Walikota Ambon 

Ia menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan bagian penting dari upaya mencetak kader ideologis yang mampu memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam melawan hoaks, fitnah, dan disinformasi yang kian masif.

“Kaderisasi ini adalah bentuk tanggung jawab GMNI sebagai organisasi perjuangan. Kita ingin kader GMNI mampu memberi pencerahan kepada masyarakat, khususnya di Maluku dan Kota Ambon, agar tetap kritis dan tidak terjebak hoaks di tengah dinamika kebangsaan saat ini,” ungkapnya.

Pelaksanaan Kaderisasi Tingkat Dasar GMNI Cabang Ambon dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GMNI, serta keputusan rapat internal Dewan Pimpinan Cabang GMNI Ambon periode 2024–2026.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain untuk merealisasikan program kerja DPC GMNI Ambon, mengimplementasikan sistem kaderisasi organisasi secara berkelanjutan, memperkaya khazanah pengetahuan civitas GMNI, serta melahirkan kader pejuang–pemikir dan pemikir–pejuang yang kritis, militan, dan berdikari dalam kehidupan sosial maupun individu.

Kegiatan kaderisasi ini dilaksanakan dengan mengusung tema:
“Aktualisasi GMNI sebagai Student Movement Menjemput Indonesia Emas 2045.”

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Cabang Ambon, Sam A. Mesak, dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi merupakan perintah konstitusi organisasi yang tidak boleh diabaikan dalam situasi apa pun. 

Menurutnya, GMNI lahir dengan karakter khas sebagai organisasi kader dan perjuangan, sehingga proses pembentukan kader harus dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab.

“Kaderisasi bukan sekadar formalitas. Ini adalah dasar perjuangan GMNI. Kita hidup di situasi bangsa yang tidak baik-baik saja, dengan dinamika politik dan perkembangan teknologi yang luar biasa. Karena itu kader GMNI harus kritis, cermat, dan bijak, termasuk dalam menggunakan media sosial,” tegas Sam.

Ia menambahkan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kaderisasi menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. GMNI, lanjutnya, harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kita harus membuka ruang kolaborasi dengan semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Ambon dan aparat keamanan, demi menjaga stabilitas, membangun pendidikan, dan menyiapkan generasi muda yang produktif,” tambahnya.

Kegiatan kaderisasi ini turut mendapat dukungan dari Bung Bayu Andara Saputra, yang mewakili Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI. 

Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar GMNI Cabang Ambon dapat berjalan lancar dan melahirkan kader-kader ideologis yang konsisten pada nilai-nilai perjuangan Marhaenisme.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan melahirkan kader GMNI yang siap mengabdi untuk rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya singkat.

Melalui kaderisasi ini, GMNI Cabang Ambon menegaskan perannya sebagai student movement yang tidak hanya kritis terhadap persoalan bangsa, tetapi juga aktif mencetak generasi muda progresif demi masa depan Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkeadaban.

Tidak ada komentar