Ancam Keselamatan Warga, Komisi III Desak Pemprov Bertindak Cepat Menangani Abrasi Pantai Gerus Jalan di Hatu
Ambon, CahayaLensa.com — Kondisi bibir pantai di kawasan Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, kian memprihatinkan. Kerusakan talud serta badan jalan akibat abrasi pantai mengancam keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur penghubung antar desa di Leihitu Barat menuju Kota Ambon.
Merespons keluhan masyarakat, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, turun langsung meninjau lokasi kerusakan, Kamis, 29 Januari 2026. Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, kerusakan infrastruktur vital tersebut harus segera direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Maluku.
“Katanya kerusakan ini sudah lama terjadi, dan pengguna jalan selalu khawatir saat melintas di sini. Begitu menerima laporan warga, saya langsung turun untuk melihat langsung kondisinya. Ternyata memang sudah parah dan harus segera ditangani,” kata Alhidayat.
Ia memastikan akan segera menyampaikan hasil temuan di lapangan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar segera dilakukan langkah penanganan.
“Saya pastikan akan memanggil Kepala Dinas PU Provinsi Maluku untuk membahas persoalan ini. Harus ada solusi konkret dan cepat, demi keselamatan warga,” tegasnya.
Selain kerusakan talud dan badan jalan akibat abrasi, Alhidayat juga menyoroti kondisi akses jalan menuju SMA Negeri 26 Maluku Tengah di Desa Hila yang rusak parah. Jalan satu-satunya menuju sekolah yang berada di kawasan perbukitan itu disebut sangat membahayakan.
“Saat berada di Desa Hila, saya mendengar langsung keluhan warga. Jalan menuju SMA 26 Malteng rusak berat, dan sering menyebabkan siswa maupun guru mengalami kecelakaan,” ungkapnya.
Menurut Alhidayat, persoalan keselamatan warga serta akses pendidikan tidak boleh luput dari perhatian pemerintah daerah. Ia menegaskan, infrastruktur dasar seperti jalan dan talud harus menjadi prioritas utama pembangunan.
“Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan pendidikan anak-anak kita. Pemerintah provinsi harus memberi perhatian serius,” pungkasnya.


Tidak ada komentar