Walikota Ajak ASN Jadi Pelopor Gerakan Tanam Gadihu dan Digitalisasi Identitas Penduduk
Ambon, CahayaLensa.com - Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Ambon menjadi pelopor dalam menyukseskan Gerakan Tanam Gadihu sekaligus percepatan digitalisasi administrasi kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon yang dirangkaikan dengan perlindungan sosial, kerja bakti, dan Gerakan Tanam Gadihu (GERTAG)di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Jumat (24/7).
Dalam sambutannya, Walikota menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Gadihu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon sekaligus implementasi program penghijauan yang mendukung Gerakan Indonesia Asri.
Gadihu yang di tanam sebanyak 6000 yang terbagi di beberapa Lokasi, yang di Tanam baik oleh Opd,Sekolah SD dan SMP Sekota Ambon
Menurutnya, tanaman gadihu atau puring dipilih karena merupakan tanaman khas yang telah lama dikenal masyarakat Ambon dan memiliki nilai historis maupun budaya.
"Gadihu sudah lama digunakan masyarakat Ambon sebagai pagar rumah, pembatas tanah, bahkan memiliki makna simbolis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan tanaman ini sebagai bagian dari upaya bersama menghijaukan dan mempercantik Kota Ambon," ujar Wattimena.
Ia meminta seluruh ASN tidak hanya menanam, tetapi juga bertanggung jawab merawat tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan baik.
"Jangan hanya tanam hari ini lalu besok dibiarkan mati. Tanaman ini harus dipelihara bersama sehingga benar-benar memberikan manfaat dan memperindah wajah Kota Ambon," tegasnya.
Selain penghijauan, Walikota juga menyoroti percepatan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Ia meminta ASN menjadi contoh dengan segera melakukan aktivasi IKD sebelum mengajak masyarakat.
Saat ini, kata dia, tingkat kepemilikan IKD di Kota Ambon masih sekitar 28 persen, sehingga membutuhkan dukungan seluruh ASN agar target pemerintah dapat tercapai.
"Kalau ASN sendiri belum melakukan aktivasi IKD, bagaimana kita bisa mengajak masyarakat? Karena itu saya minta semua segera mengaktifkan identitas kependudukan digital," katanya.
Menurut Wattimena, digitalisasi data kependudukan akan mempermudah pemerintah dalam mengidentifikasi masyarakat penerima bantuan sosial secara tepat sasaran serta mempercepat berbagai layanan administrasi.
Ia menambahkan, Kota Ambon menjadi salah satu dari 43 daerah di Indonesia yang sedang menjalankan program digitalisasi administrasi kependudukan tersebut.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga mengungkapkan rasa syukur karena Kota Ambon berhasil masuk tiga besar nasional dalam penilaian program inklusi keuangan. Prestasi tersebut, katanya, merupakan hasil inovasi pemerintah kota dalam memperluas perlindungan sosial kepada masyarakat.
Salah satu inovasi yang dijalankan adalah pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada sekitar 25.000 pekerja rentan, seperti tukang ojek, nelayan, petani, penyapu jalan, dan kelompok pekerja informal lainnya.
"Kalau terjadi kecelakaan kerja atau risiko lainnya, mereka akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, termasuk santunan bagi ahli waris apabila peserta meninggal dunia," jelasnya.
Menutup arahannya, Wattimena meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan memastikan seluruh tanaman gadihu yang ditanam mendapat perawatan secara berkelanjutan.
Ia berharap langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, dan mendukung digitalisasi pelayanan publik akan memberikan dampak besar bagi kemajuan Kota Ambon.
"Hal-hal kecil yang kita lakukan hari ini, jika dikerjakan bersama dan secara konsisten, akan membawa perubahan besar bagi Kota Ambon yang kita cintai," pungkasnya.


Tidak ada komentar