Kapolresta Ambon Tegas: Jangan Terprovokasi, Jangan Biarkan Masalah Pribadi Jadi Konflik Kelompok
AMBON, CahayaLensa.com – Kapolresta Pulau Ambon dan P.P. Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia menegaskan, keamanan dan ketertiban Kota Ambon bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andrias saat memberikan sambutan dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Bacarita Kota Ambon voor Ambon Pung Bae” yang digelar di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (11/8/2026).
Menurut Andrias, tema dialog tersebut memiliki makna penting karena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama, saling mendengar, serta mencari jalan keluar terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bersama.
“Bacarita untuk Ambon pung baik artinya kita duduk bersama, bicara bersama, saling mendengar dan mencari jalan keluar bersama demi satu tujuan, yaitu Ambon yang aman, damai, maju dan sejahtera,” kata Andrias.
Ia menjelaskan, keamanan merupakan salah satu pondasi utama pembangunan Kota Ambon. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, pembangunan akan sulit berjalan secara maksimal.
“Pembangunan tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa keamanan. Ekonomi tidak dapat bertumbuh dengan maksimal apabila masyarakat merasa tidak aman. Begitu pula pendidikan, pariwisata dan aktivitas sosial masyarakat membutuhkan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Andrias mengatakan Ambon memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya Pela Gandong, semangat hidup Orang Basudara, serta nilai toleransi yang diwariskan para leluhur.
Ia mencontohkan falsafah “Potong di kuku rasa di daging” yang menggambarkan kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Maluku.
“Ketika satu saudara mengalami kesulitan, maka saudara yang lain ikut merasakan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling menjaga,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan, terutama di kalangan generasi muda.
Sebab, perkembangan teknologi dan media sosial membuat tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban semakin kompleks.
Persoalan kecil, kata Andrias, dapat berkembang menjadi konflik besar apabila dibarengi provokasi, berita bohong, ujaran kebencian maupun informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing.
“Jangan mudah terprovokasi. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan membiarkan persoalan pribadi berkembang menjadi persoalan kelompok,” tegasnya.
Jika terjadi persoalan, Andrias mengajak masyarakat menyelesaikannya melalui komunikasi dan jalur yang tepat dengan melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat maupun tokoh masyarakat.
Secara khusus, Andrias menitipkan pesan kepada generasi muda Kota Ambon. Menurutnya, masa depan kota berada di tangan generasi muda sehingga energi, kreativitas dan kemampuan mereka harus diarahkan untuk kegiatan positif.
“Gunakan energi, kreativitas dan kemampuan yang dimiliki untuk hal-hal positif. Isi ruang digital dengan pesan perdamaian, toleransi dan prestasi,” ajaknya.
Ia mengingatkan agar masa depan generasi muda tidak dikorbankan akibat emosi sesaat maupun tindakan yang dapat berujung pada persoalan hukum.
Andrias menyoroti sejumlah ancaman yang dapat merusak masa depan anak muda, seperti perkelahian, minuman keras, narkoba maupun tindakan lain yang berhadapan dengan hukum.
“Jangan sampai masa depan kita dikorbankan hanya karena emosi sesaat, perkelahian, minuman keras, narkoba ataupun tindakan yang berhadapan dengan hukum,” tegasnya.
Andrias memastikan Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease akan terus hadir di tengah masyarakat melalui langkah-langkah preventif maupun penegakan hukum.
Namun, menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian.
Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran bersama agar setiap warga ikut menjadi penjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran bersama agar setiap masyarakat menjadi penjaga keamanan di lingkungannya masing-masing,” katanya.
Menutup sambutannya, Andrias mengajak seluruh peserta menjadikan Dialog Kebangsaan tersebut bukan sekadar ruang menyampaikan pendapat, tetapi sebagai tempat untuk saling mendengar, memahami dan menemukan solusi bersama.
“Beda pikiran itu biasa, beda pilihan juga. Persaudaraan, jaga toleransi, jaga anak-anak muda kita dan jaga kedamaian Kota Ambon,” ujarnya.
Ia menegaskan, keamanan memiliki hubungan langsung dengan kenyamanan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan.
“Kalau Ambon aman, masyarakat nyaman. Kalau masyarakat hidup rukun, pembangunan akan berjalan. Dan apabila semua unsur bergerak bersama, maka apa yang menjadi harapan kita untuk Ambon pung bae dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.


Tidak ada komentar