Kebakaran Hanguskan 10 Bangunan di Batu Merah Ambon, Dua Petugas Damkar Jadi Korban
Ambon, CahayaLensa.com — Kebakaran melanda kawasan permukiman di Batu Merah RT 02/RW 01, Jalan Rijali, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Jumat, 28 Agustus 2026. Sedikitnya 10 bangunan dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.58 WIT. Api diduga bermula dari sebuah kompor minyak tanah yang meledak saat digunakan untuk memasak. Kobaran api kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya, diduga diperparah tiupan angin.
Warga yang mengetahui kejadian itu berupaya melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan air dan peralatan seadanya. Mereka juga menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Ambon melalui Call Center 112.
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIT dan langsung melakukan pemadaman. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIT.
Berdasarkan pendataan sementara, bangunan yang terbakar terdiri atas tiga rumah, lima rumah kontrakan, satu rumah kos, dan satu kios. Peralatan serta barang-barang di dalam bangunan turut terbakar.
Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah karena pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan.
Empat orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Fuat Waliulu, 41 tahun, pedagang ikan; Sariyanto, pedagang soto; serta dua petugas Pemadam Kebakaran Kota Ambon, Noval Muskita, 24 tahun, dan Angkel Litai, 34 tahun.
Dua petugas Damkar tersebut mengalami insiden ketika melakukan proses pemadaman.
Salah seorang warga, Fatma, 52 tahun, mengatakan api pertama kali diketahui setelah ia mendengar teriakan tetangganya, Amita Haya, 14 tahun, yang memberitahukan adanya kebakaran.
Fatma kemudian berlari mengamankan anaknya karena sumber api berada tepat di samping tembok rumahnya. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi.
Warga lainnya, Supri Wahyudin, 39 tahun, mengatakan dirinya sedang berada di rumah kontrakan ketika mendengar teriakan warga. Ia kemudian keluar dan melihat asap serta kobaran api yang telah membesar.
Supri bersama warga berusaha memadamkan api sebelum petugas Damkar tiba.
Sementara itu, Nazwa Smith, 18 tahun, pemilik salah satu rumah dan rumah kos yang terdampak, mengatakan dirinya sedang makan di bawah rumah ketika mendengar warga berteriak mengenai kebakaran. Ia kemudian segera menghubungi Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan.
Setelah api dipadamkan, petugas Damkar meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.20 WIT setelah memastikan kondisi aman dan terkendali.
Polisi memasang garis polisi di lokasi sekitar pukul 14.00 WIT untuk kepentingan pemeriksaan.
Sekitar pukul 14.30 WIT, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah meninjau lokasi kebakaran.
Hingga sore hari, situasi di lokasi bekas kebakaran terpantau aman dan terkendali.Penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih menunggu hasil penyelidikan serta pendataan lebih lanjut dari pihak terkait


Tidak ada komentar