OJK Dorong Bank Jemput Bola ke Sekolah, 3.000 Rekening Pelajar Baru Dibuka di Ambon
AMBON, CahayaLensa.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong perluasan inklusi keuangan bagi pelajar di Kota Ambon melalui program Satu Rekening Satu Pelajar.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Ambon dan industri perbankan.
Hal itu disampaikannya usai kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Provinsi Maluku Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Kamis (3/9/2026).
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah memberikan dukungan kepada kami dalam rangka menyukseskan program Satu Rekening Satu Pelajar,” kata Haramain.
Bank Diminta Jemput Bola ke Sekolah
Khusus di Kota Ambon, OJK mendorong perbankan untuk lebih aktif mendatangi sekolah-sekolah guna memastikan tidak ada pelajar maupun sekolah yang terlewat dari program tersebut.
Menurut Haramain, OJK telah mengatur agar setiap bank memiliki sekolah binaan sebagai bagian dari strategi jemput bola.
“Khusus untuk Kota Ambon, kami mendorong agar pihak perbankan dapat datang langsung ke masing-masing sekolah. Kami mengatur agar tidak ada sekolah yang tercecer. Prinsipnya adalah jemput bola,” ujarnya.
OJK bersama Pemkot Ambon juga telah menyepakati agar pihak perbankan dapat hadir secara rutin di sekolah, misalnya satu atau dua minggu sekali.
Dengan demikian, para pelajar memiliki kesempatan untuk menabung secara langsung tanpa harus datang ke kantor bank.
“Kami juga telah sepakat dengan Bapak Wali Kota bahwa nantinya pihak bank dapat secara rutin datang ke sekolah, mungkin seminggu sekali atau dua minggu sekali, agar anak-anak memiliki kesempatan untuk menabung secara langsung,” jelasnya.
Haramain berharap pola tersebut mampu membentuk kebiasaan menabung sejak dini melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Dari program yang berjalan dalam enam hingga tujuh bulan terakhir, OJK mencatat lebih dari 3.000 rekening baru telah dibuka bagi pelajar di Kota Ambon.
Haramain menyebut capaian tersebut sebagai perkembangan yang sangat positif dan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Ambon.
“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, dalam waktu enam sampai tujuh bulan terakhir sudah lebih dari 3.000 rekening baru yang dibuka di Ambon. Ini merupakan capaian yang luar biasa, dan tentunya tidak terlepas dari dukungan Bapak Wali Kota,” ungkapnya.
OJK menargetkan sebanyak 5.000 rekening pelajar dapat dibuka di Kota Ambon sepanjang 2026.
“Harapan kami, target sebanyak 5.000 rekening pada tahun ini dapat tercapai,” kata Haramain.
Setelah Akuisisi, Fokus pada Kebiasaan Menabung
Haramain menjelaskan, tahap awal program memang diarahkan untuk memperluas akses pelajar terhadap layanan perbankan. Karena itu, fokus utama saat ini adalah akuisisi rekening sebanyak mungkin.
Namun, pembukaan rekening tidak menjadi tujuan akhir. OJK juga akan memastikan rekening yang telah dibuka tetap aktif dan tidak menjadi rekening dormant atau tidak digunakan.
“Kami membuka akses terlebih dahulu dan memastikan rekening-rekening tersebut tetap aktif atau tidak dormant. Salah satu caranya adalah dengan mendorong pihak perbankan untuk melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah,” jelasnya.
Setelah target akuisisi tercapai, OJK akan meningkatkan fokus pada edukasi keuangan dan pembiasaan menabung di kalangan pelajar.
“Untuk saat ini, fokus utama kami masih pada akuisisi, yaitu memastikan sebanyak mungkin pelajar dapat memiliki dan menggunakan rekening perbankan. Setelah itu, kami akan terus mendorong edukasi dan pembiasaan menabung secara berkelanjutan,” pungkas Haramain.
Program tersebut diharapkan dapat berlangsung setiap tahun, mengingat setiap tahun terdapat siswa yang lulus dan siswa baru yang masuk sekolah. Karena itu, keberlanjutan program dinilai penting agar budaya menabung dapat terus ditanamkan kepada generasi pelajar di Kota Ambon.


Tidak ada komentar