Breaking News

OJK Maluku Targetkan 5.000 Rekening Pelajar untuk Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini


AMBON, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui penguatan budaya menabung sejak usia sekolah. Salah satu program yang didorong adalah pembukaan rekening bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di seluruh Maluku. (30/05/2036)

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan pemahaman terhadap produk jasa keuangan harus diikuti dengan kemampuan masyarakat untuk menggunakan produk tersebut secara tepat.

“Kalau masyarakat sudah paham bahwa produk keuangan itu ada tabungan, kredit, asuransi, pembiayaan dan sebagainya, mereka juga bisa menggunakan produk tersebut,” ujar Haramain.

TPAKD Jadi Penggerak Akses Keuangan

Dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk jasa keuangan, OJK Maluku bersinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Menurut Haramain, TPAKD telah terbentuk di tingkat Provinsi Maluku maupun di seluruh 11 kabupaten/kota, sehingga jaringan koordinasi untuk memperluas akses keuangan sudah tersedia di seluruh wilayah Maluku.

TPAKD memiliki peran penting dalam mendorong program-program peningkatan akses keuangan, termasuk memperluas kepemilikan rekening bagi pelajar.

Dorong Satu Pelajar Satu Rekening

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah gerakan Satu Pelajar Satu Rekening. Program ini diarahkan untuk membiasakan siswa SMP dan SMA memiliki rekening tabungan sekaligus mengenal layanan perbankan sejak dini.

Haramain mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten/kota telah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mendorong pelaksanaan program tersebut.

OJK juga berkoordinasi dengan lembaga jasa keuangan agar seluruh sekolah dapat memperoleh layanan dan edukasi perbankan.

“Jangan sampai ada sekolah yang terlewat dan tidak pernah didatangi oleh lembaga jasa keuangan,” tegasnya.

Target 5.000 Rekening Baru

OJK Maluku menargetkan pembukaan sekitar 5.000 rekening baru bagi pelajar melalui program tersebut.

Haramain mengatakan proses akuisisi rekening cukup banyak dilakukan ketika siswa menerima bantuan pendidikan maupun ketika memasuki jenjang pendidikan baru.

“Targetnya untuk program ini 5.000 rekening. Kita sedang pantau dan mudah-mudahan sampai akhir tahun target tersebut bisa kita kejar,” katanya.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan dari sekolah, guru, orang tua, lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.

Guru dan Sekolah Punya Peran Penting

Selain mendorong siswa memiliki rekening, OJK Maluku juga menilai guru memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi dan inklusi keuangan.

Guru dapat menjadi contoh sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menabung, mengelola uang dan menggunakan produk keuangan secara bijak.

Haramain berharap program tersebut tidak hanya menghasilkan penambahan jumlah rekening, tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa terhadap manfaat dan cara penggunaan produk perbankan.

Dengan demikian, Satu Pelajar Satu Rekening diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda Maluku yang lebih mandiri dalam mengelola keuangan serta memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.

OJK Maluku akan terus memperkuat sinergi dengan TPAKD, pemerintah daerah, sekolah dan industri jasa keuangan agar program peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan merata di seluruh kabupaten/kota di Maluku.

Tidak ada komentar