Breaking News

OJK Maluku Perkuat Edukasi Keuangan, Bidik Pelajar hingga Masyarakat di Berbagai Wilayah


AMBON, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku semakin intensif memperluas kegiatan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Berbagai kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan. (29/05/2026).

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan peningkatan edukasi menjadi salah satu fokus utama OJK, khususnya dalam momentum Bulan Literasi Keuangan.

Menurut Haramain, dalam satu pekan saja OJK Maluku telah melaksanakan sejumlah kegiatan edukasi dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

“Dalam minggu ini saja kita sudah melakukan dua kegiatan. Kemarin bekerja sama dengan Dispora Kota Ambon kita melakukan edukasi, hari ini juga melakukan edukasi melalui kegiatan film, dan nanti pada Hari Pramuka juga ada kegiatan edukasi,” ujar Haramain.

Edukasi Keuangan Dikemas dalam Berbagai Kegiatan

OJK Maluku tidak hanya melakukan sosialisasi melalui seminar atau pertemuan formal. Edukasi juga dikemas melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan masyarakat, termasuk kegiatan kepemudaan dan pemutaran film.

Pendekatan tersebut dilakukan agar materi mengenai pengelolaan keuangan, produk jasa keuangan dan perlindungan konsumen dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Haramain mengatakan kegiatan edukasi akan terus dilanjutkan di berbagai kesempatan sepanjang Bulan Literasi Keuangan.

OJK Siapkan Kegiatan Literasi untuk Pelajar

OJK Maluku juga merencanakan kegiatan edukasi yang menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA.

Kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan pada minggu pertama September dengan melibatkan siswa dari berbagai sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

Selain itu, OJK juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi mengenai sektor jasa keuangan kepada masyarakat.

Literasi Keuangan Jadi Dasar Peningkatan Inklusi

Haramain menjelaskan, literasi dan inklusi keuangan merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Literasi keuangan berkaitan dengan kemampuan masyarakat memahami produk dan layanan keuangan. Sementara inklusi keuangan berkaitan dengan akses serta penggunaan produk dan layanan tersebut.

Karena itu, menurutnya, masyarakat harus terlebih dahulu memahami produk keuangan sebelum didorong untuk menggunakannya.

“Kita ingin masyarakat paham dulu produknya seperti apa. Karena itu kita mencoba melakukan inovasi dalam edukasi,” jelas Haramain.

Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan produk jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko dan cara penggunaannya.

Edukasi Diharapkan Dorong Inklusi Keuangan

OJK Maluku berharap berbagai kegiatan literasi yang dilakukan secara masif dapat berdampak terhadap peningkatan inklusi keuangan di daerah.

Masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik diharapkan mampu memilih produk jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta terhindar dari berbagai risiko penggunaan layanan keuangan yang tidak tepat.

Haramain menegaskan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas dan industri jasa keuangan untuk memperluas jangkauan edukasi.

Dengan semakin luasnya kegiatan literasi keuangan, OJK optimistis tingkat pemahaman dan pemanfaatan produk jasa keuangan masyarakat Maluku dapat terus meningkat.

Tidak ada komentar