Breaking News

OJK Maluku Gelar 76 Kegiatan Edukasi Keuangan hingga Juli 2026


AMBON, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperluas kegiatan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Hingga Juli 2026, OJK Maluku telah menginisiasi sekitar 76 kegiatan edukasi keuangan yang dilaksanakan di Kota Ambon maupun sejumlah wilayah di luar Ambon. (30/07/2026).

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan intensitas kegiatan tersebut menunjukkan komitmen OJK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

“Ini kegiatan yang kita inisiasi. Sampai Juli sudah sekitar 76 kegiatan. Kalau dihitung, dalam seminggu kita bisa melakukan dua sampai tiga kegiatan edukasi,” ujar Haramain.

Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat. OJK tidak hanya memberikan edukasi kepada mahasiswa dan pelajar, tetapi juga menjangkau santri, pelaku UMKM, karyawan, perempuan, serta kelompok masyarakat lainnya.

Edukasi Keuangan Menjangkau Berbagai Segmen

Haramain menjelaskan, mahasiswa dan santri menjadi salah satu kelompok yang cukup dominan dalam kegiatan literasi keuangan. Namun, OJK tetap berupaya memperluas sasaran agar edukasi dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga menjadi sasaran penting karena membutuhkan pemahaman mengenai akses pembiayaan, pengelolaan keuangan dan berbagai produk jasa keuangan.

Selain itu, edukasi juga diberikan kepada kelompok perempuan, karyawan, pelajar dan masyarakat umum.

Upaya memperluas jangkauan tersebut dilakukan karena OJK ingin memastikan peningkatan literasi keuangan tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga di wilayah lain di Provinsi Maluku.

Edukasi Keuangan Menyasar Wilayah Kepulauan

Kondisi geografis Maluku yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan edukasi keuangan. Karena itu, OJK mulai meningkatkan kegiatan di luar Kota Ambon.

Haramain menyebut pihaknya telah melakukan kegiatan edukasi di sejumlah wilayah, termasuk Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, serta berbagai lokasi lainnya.

“Kita berusaha agar seluruh segmen masyarakat bisa kita datangi, baik di Kota Ambon maupun di luar Kota Ambon,” katanya.

OJK juga memberikan edukasi kepada pelajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMK, sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman keuangan sejak usia dini.

OJK Gerakkan Mobil Edukasi Keuangan

Selain kegiatan tatap muka, OJK Maluku mulai mengoptimalkan fasilitas mobil edukasi dan entertainment atau yang disebut sebagai kendaraan edukasi keliling.

Mobil tersebut akan digunakan untuk mendekatkan layanan informasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat di berbagai lokasi keramaian.

Haramain mengatakan kendaraan edukasi tersebut akan digerakkan secara berkala dan menyasar tempat-tempat yang banyak dikunjungi masyarakat, seperti pasar, pusat keramaian dan lokasi publik lainnya.

“Kalau masyarakat membutuhkan informasi terkait jasa keuangan, ingin mengetahui produk keuangan, melakukan pengecekan atau mendapatkan informasi lainnya, bisa dilakukan melalui mobil edukasi tersebut,” jelasnya.

Dekatkan Informasi Keuangan kepada Masyarakat

Kehadiran mobil edukasi diharapkan dapat menjadi sarana alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai sektor jasa keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor OJK.

OJK Maluku juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai kanal informasi yang tersedia untuk mendapatkan edukasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Maluku, sekaligus memperluas jangkauan edukasi hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Dengan 76 kegiatan yang telah dilaksanakan hingga Juli 2026, OJK Maluku menargetkan kegiatan edukasi keuangan dapat terus ditingkatkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.

Tidak ada komentar