PDIP Ingatkan Kadis Pendidikan SBB Ciptakan Inovasi Belajar
![]() |
Ferry Kasale, S.Pd
Sekretaris DPC PDI Perjuangan SBB
|
Ambon,Cahayalensa.com - Prihatin dengan pendidikan dimusim pandemi Covid-19, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengingatkan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten SBB agar dapat ciptakan inovasi belajar bagi peserta didik.
Akibat penyebaran wabah pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar negara-negara di dunia termasuk Indonesia bahkan wabahnya sudah menjalar ke seluruh pelosok tana air termasuk Provinsi Maluku.
Kondisi ini kemudian di respon oleh pemerintah dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menghentikan seluruh aktifitas, termasuk penutupan sekolah - sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan bahkan Perguruan Tinggi, hal itu dianggap tepat oleh pemerintah sendiri sebagai solusi untuk menekan atau memutus mata rantai penyebaran virus corona tersebut.
Sejak pemberlakuan peraturan itu terkusus di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kita mulai merasakan dampaknya yang begitu keras terhadap kondisi pendidikan di daerah bertajuk saka mese nusa itu, pasalnya sudah hampir dua bulan siswa diliburkan di rumah, walaupun oleh Pemerintah Daerah menyebutnya "Belajar dari rumah"
Tentu saja kondisi ini membuat kami ragu akan kualitas dari sebuah proses belajar dirumah tersebut. " Apalagi Kalau kemudian syaratnya adalah belajar secara Online?" Ungkap Sekretaris DPC PDIP Kabupaten SBB Ferdinand Kasale, S.Pd kepada Cahayalensa.com, Minggu, (10/05)
Kasale menyampaikan, mungkin cara demikian tepat jika di berlakukan pada daerah yang sudah terakses internetnya baik. Kemudian bagi Peserta Didik yang orang tuanya memiliki penghasilan yang serba cukup, sehingga bisa memfasilitasi sarana penunjang bagi anak-anak mereka semisal leptop, henpone android, wifi dan lain sebagainya.
"Kasihan sekali terhdap kondisi kita di SBB ini, bagaimana mungkin cara belajar seperti ini bisa dilaksanakan, saya kira hal ini sangat sulit dan memberatkan. Sebab biar bgaimana pun siswa-siswa (PAUD, TK, SD dan SMP) itu, mereka sudah terbiasa dengan metode belajar langsung (tatap muka) sehingga ketika metode ini beralih ke pola pembelajaran secara online misalkan, akan sangat berat." Tuturnya
Lanjut Kasale, sementara pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan SBB cenderung menganggap hal ini sepeleh atau biasa-biasa saja.
"Kami menilai Kadis lebih banyak fokus pada Kegiatan-kegiatan yang bersifat Ceremonial" tandasnya
Kasale kembali menegaskan, apabila keadaan seperti itu terus terjadi tanpa diketahui kapan pendemi ini berakhir, maka dapat dipastikan kualitas pendidikan di kabupaten dengan julukan Saka Mese Nusa itu akan terburuk.
Lanjut dia, mestinya Kadis Pendidikan SBB mendorong inovasi-inovasi terbaru dengan mengoptimalkan kreatifitas para Guru di setiap jenjang pendidikan itu, sehingga mereka betul-betul pro aktif sekalipun keadaanya seperti ini.
"Kan mereka Para Guru itu tetap mendapatkan gaji dan tunjangan mereka karena itu mestinya mereka juga harus tetap konsen terhadap tugas pokok mereka yaitu mendidik dan mencerdaskan anak didik mereka." Tandas Kasale
Untuk mengatasi persoalan diatas Kasale menyampaikan beberapa solusi yang ditawarkan oleh DPC PDI Perjuangan Kab. SBB diantaranya :
1. Tingkatkan fungsi monitoring dan evaluasi terhadap pimpinan sekolah dan dewan guru, hal ini penting sehingga Kadis dapat memastikan betul proses belajar tetap terlakasana dalam bentuk yang rasional dan kontekstual.
2. Perlu adanya kerjasama para stakeholder (Pemerintah Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Pendidikan) untuk membentuk relawan pendidikan disetiap desa untuk mempermuda upaya belajar anak-anak.
3. Menyediakan perpustakaan mini disetiap desa dan dusun yang didalamnya disediakan modul - modul pendukung pembelajaran yang terintegrasi sehingga mempermuda siswa dalam menjelaskan materi.
"Apabila hal ini di lakukan paling tidak akan membantu menekan situasi saat ini sehingga diharpkan kestabilan pendidikan di Kabupaten dengan julukan Saka Mese Nusa ini masih tetap terjaga agar supaya anak-anak kita yang adalah generasi penerus ini masi memiliki harapan masa depannya". Tutup
Kasale. (CL-02)



Tidak ada komentar