Lima Ruas Jalan Batal Dibiayai DAK 2025, Akan Diusulkan Lewat APBD 2026
Ambon, Cahayalensa.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon, Melianus Latuihamallo, ST., MT., menjelaskan bahwa lima ruas jalan yang sebelumnya telah dinyatakan lolos pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 batal dikerjakan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Keputusan tersebut membuat seluruh program DAK bidang jalan di Indonesia dihentikan.
“Untuk jalan di Nania, Waihiru, Aypatti–Wayami, Hatiwe Besar sampai SMA 7, semuanya sudah lolos DAK 2025 dan tinggal menunggu proses lelang. Namun karena efisiensi nasional, DAK dari Aceh sampai Merauke pada bidang jalan dinyatakan nol kegiatan,” jelas Latuihamallo, Rabu (19/11/25).
Ia menyebutkan bahwa meski anggaran itu sudah tercantum dalam APBD, kelima ruas jalan tersebut tidak dapat diproses karena adanya pemangkasan anggaran secara nasional. Ia memastikan seluruh ruas itu akan kembali diusulkan melalui APBD Tahun 2026.
Salah satu ruas yang terdampak adalah akses jalan di Nania, tepatnya Kampung Kolam, Lorong Muka Perum Damri RT/RW 006/001, Kecamatan Baguala. Kondisi jalan di kawasan tersebut dinilai tidak cocok menggunakan aspal sehingga sebelumnya direncanakan memakai konstruksi rigid (beton) dalam DAK 2025. Namun rencana itu tidak dapat direalisasikan akibat efisiensi anggaran.
Terkait pekerjaan talud dan aliran sungai di kawasan itu, Latuihamallo menegaskan bahwa kewenangan berada pada Balai Sungai. Pemerintah kota hanya mengikuti keputusan pemerintah desa yang sebelumnya membuka akses pekerjaan untuk pemasangan talud. Ia mengatakan, jika desa meminta akses ditutup, maka Pemkot akan menutup, mengingat ancaman luapan air yang dapat merendam jalan utama saat banjir.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jalan di Nania pernah tertunda akibat status lahan milik keluarga Syauta. Namun setelah adanya koordinasi dan izin dari pemilik lahan, pengerjaan dapat dilanjutkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan tetap bergantung pada izin pemilik lahan. “Kalau dilarang, kita mundur,” tegasnya.
Latuihamallo menambahkan bahwa saat ini terdapat enam ruas jalan yang sedang dikerjakan menggunakan APBD Kota Ambon, yakni Jalan Passo, Jalan Lateri, dua ruas jalan di Halong, Jalan Talagaraja, Jalan Tawiri, dan jalan belakang Rumah Sakit GPM. Ia memastikan Pemkot Ambon tetap berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, sekalipun harus menyesuaikan dengan keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.


Tidak ada komentar