Stunting Masih Tinggi, Pemkab Malteng Perkuat Program 2026
Cahayalensa.com, Maluku Tengah - Angka stunting di
Kabupaten Maluku Tengah hingga akhir 2025 masih menunjukkan tingkat yang cukup
tinggi, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program penanganan pada
2026. Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan anak-anak tumbuh sehat dan generasi
masa depan lebih berkualitas.
Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, menyampaikan hal
ini usai memimpin rapat evaluasi penanganan stunting bersama kepala dinas dan
badan terkait, Selasa (10/12/2025). Ia menegaskan bahwa penurunan stunting
membutuhkan koordinasi lintas sektor, bukan sekadar program terpisah.
“Hingga akhir 2025, persoalan stunting di beberapa kecamatan
masih tinggi. Penanganan 2026 harus lebih serius dan terarah, dengan melibatkan
semua dinas terkait,” kata Lawalata.
Dinas yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Dinas
Sosial, Disdukcapil, dan DPPKB, yang akan bekerja secara kolaboratif. Menurut
Lawalata, keterlibatan semua stakeholder menjadi kunci agar program berjalan
efektif dan target nasional penurunan stunting dapat tercapai.
Beberapa program prioritas yang akan diperkuat pada 2026
antara lain Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang dijalankan kader
PKK, KPM, KB, dan TPK di Kampung KB untuk menyediakan nutrisi seimbang, serta
Program Orang Tua Asuh (OTA) untuk mendukung asupan gizi anak balita.
“Dengan konsistensi pelaksanaan program-program ini, kami
optimis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan menuju target
nasional 14,2 persen pada 2029,” tambah Lawalata.
Maluku Tengah menjadi salah satu kabupaten prioritas
penanganan stunting, khususnya di Kecamatan Amahai. Faktor penyebab stunting
antara lain pola makan tidak sehat, riwayat BBLR, serta kurangnya imunisasi.
Pemerintah berharap penguatan program dan edukasi keluarga dapat menekan kasus
stunting di masa mendatang.
Lawalata menekankan bahwa penurunan stunting bukan hanya
tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Semua pihak harus bekerja sama agar anak-anak Maluku Tengah tumbuh sehat,
cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” tutupnya.



Tidak ada komentar