Breaking News

Upaya Penting Meningkatkan Kualitas Hidup, PNM Dorong Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Perlindungan Perempuan di Ambon



Ambon, Cahaya lensa.com – PNM dorong Kesadaran akan kesehatan reproduksi dan perlindungan diri bagi perempuan terus menjadi perhatian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang setara, khususnya di tingkat akar rumput. Selasa 07 April 2026

Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 5 tentang kesetaraan gender yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama dalam pembangunan.

Komitmen tersebut diwujudkan di Kota Ambon melalui kegiatan bertajuk “Madani Sehat dan Terlindungi” yang diinisiasi oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar dan PNM Humanity.

Kegiatan ini melibatkan 100 karyawan dan 50 nasabah, dengan menghadirkan ruang belajar bersama yang tidak hanya membahas aspek ekonomi, tetapi juga membuka diskusi terkait kesehatan reproduksi dan seksual secara lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan asuransi sebagai langkah preventif dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan. 

Kolaborasi dengan BRI Life turut memperkuat materi yang diberikan, sekaligus memperluas perspektif bahwa perlindungan diri merupakan bagian penting dari keberlanjutan hidup, bukan sekadar kebutuhan tambahan.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sebelumnya jarang diperoleh.

“Selama ini kami lebih banyak fokus pada usaha, tapi lewat kegiatan ini saya jadi lebih paham bahwa menjaga kesehatan diri juga penting, apalagi sebagai perempuan yang punya peran besar di keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Ambon, Taufiq Marsuki, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemberdayaan yang lebih menyeluruh.

“Perempuan adalah fondasi dalam ekonomi keluarga. Ketika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan perlindungan diri, maka dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Melalui pendekatan ini, pemberdayaan tidak lagi dipandang semata sebagai akses terhadap pembiayaan, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran dan ketahanan diri. Upaya ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekonomi kerakyatan yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan di masyarakat.

Tidak ada komentar