Ombudsman RI Soroti MBG di Ambon, Fikri: Leitimur Selatan Belum Terlayani, Harus Segera Dibenahi
Ambon, CahayaLensa.com – Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipastikan benar-benar menjangkau seluruh penerima manfaat di Kota Ambon. Hal itu disampaikan usai meninjau pelaksanaan MBG di SMP Negeri 6 Ambon dan SD Negeri 2 Ambon, Selasa (28/7).
Menurut Fikri, kunjungan Ombudsman RI bersama perwakilan Ombudsman Maluku bertujuan memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan makanan yang layak dan bergizi kepada seluruh peserta didik.
"Tujuan kami memastikan program ini benar-benar sampai kepada masyarakat. Kalau di lapangan masih ada temuan atau kendala, itu menjadi bahan bagi Ombudsman untuk memberikan tindakan korektif kepada pemerintah agar tata kelolanya semakin baik," kata Fikri.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pemerintah daerah harus semakin diperkuat agar pelaksanaan MBG tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Fikri mengungkapkan salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah belum terjangkaunya wilayah Kecamatan Leitimur Selatan oleh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, kondisi tersebut sulit diterima mengingat secara geografis Kota Ambon tidak memiliki hambatan seperti daerah kepulauan yang berjauhan.
"Kalau di Kota Ambon alasan belum dibangunnya SPPG rasanya agak sulit diterima. Jarak dari pusat kota ke wilayah timur tidak sampai satu jam. Karena itu harus segera dibangun agar seluruh penerima manfaat mendapatkan layanan yang sama," tegasnya.
Ia juga menyebut sejauh ini baru terdapat dua SPPG yang sempat dihentikan sementara (disuspend) karena ditemukan persoalan dalam pelaksanaannya.
"Ombudsman mendukung langkah penghentian sementara apabila memang ditemukan kelemahan dalam operasional SPPG. Yang penting masalahnya segera diperbaiki sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjamin," ujarnya.
Meski masih terdapat berbagai kendala, Fikri menilai Program MBG harus tetap dilanjutkan karena merupakan investasi pemerintah terhadap kualitas generasi masa depan.
"Kita belajar dari negara-negara lain seperti Jepang dan India yang sudah lebih dulu menerapkan program makan bergizi. Indonesia memang memiliki tantangan lebih besar karena terdiri dari ribuan pulau. Kalau ada masalah di lapangan harus dikoreksi, bukan dihentikan. Program ini tetap harus berjalan demi anak-anak kita," katanya.
Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ombudsman RI yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon mendukung penuh Program MBG karena merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pemenuhan gizi generasi muda.
"Program ini sangat baik karena pemerintah memberikan perhatian kepada anak-anak sebagai generasi masa depan melalui penyediaan makanan bergizi," ujar Bodewin.
Ia mengakui pelaksanaan MBG di Ambon masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama belum tersedianya dapur MBG di Kecamatan Leitimur Selatan.
"Secara geografis Ambon sebenarnya tidak sulit, tetapi memang Leitimur Selatan hingga sekarang belum terakses SPPG. Ini yang terus kami koordinasikan dengan Badan Gizi Nasional Perwakilan Provinsi Maluku agar segera ditangani," jelasnya.
Bodewin menegaskan Pemerintah Kota Ambon terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk kepala sekolah, agar setiap persoalan yang muncul segera dilaporkan dan diselesaikan bersama.
"Kami sudah meminta seluruh kepala sekolah menyampaikan setiap keluhan maupun kendala yang dihadapi. Tugas kita adalah memperbaiki kekurangan agar program ini tetap berjalan sebagai bentuk kehadiran negara bagi anak-anak Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan SPPG di Kota Ambon diperkirakan mencapai sekitar 34 unit. Jika seluruhnya beroperasi dengan kapasitas maksimal sekitar 3.000 penerima manfaat per dapur, maka sekitar 90 ribu penerima manfaat di Kota Ambon dapat terlayani.
"Sebagian besar wilayah sudah terlayani. Tinggal beberapa titik di Kecamatan Sirimau dan terutama Leitimur Selatan yang perlu segera dibangun SPPG agar seluruh penerima manfaat bisa mendapatkan layanan MBG secara merata," pungkasnya.


Tidak ada komentar