Abdullah Vanath Targetkan Kebun Partai 20 Hektare, NasDem Dorong Ketahanan Pangan
AMBON, CahayaLensa.com — Ketua DPW Partai NasDem Maluku Abdullah Vanath menargetkan kepengurusan NasDem di tingkat provinsi memiliki kebun partai seluas 20 hektare. Program tersebut menjadi salah satu agenda awal kepengurusan NasDem Maluku periode 2026-2029 untuk mendukung ketahanan pangan.
Vanath menyampaikan rencana itu dalam sambutannya setelah dilantik sebagai Ketua DPW Partai NasDem Maluku pada Ahad, 27 September 2026. Pelantikan dirangkaikan dengan pelantikan organisasi sayap dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Partai NasDem Maluku di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
“Setelah saya dipercaya menjadi Ketua NasDem Provinsi Maluku, mimpi saya ialah menyukseskan perintah ketum di bidang pangan. Partai NasDem di setiap level harus memiliki kebun partai,” kata Vanath.
Ia mengatakan kebun partai merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengenai ketahanan pangan, energi, dan air.
“Pimpinan wilayah Partai NasDem diwajibkan memiliki 20 hektare lahan pertanian. Ini kemudian diperintahkan dan sekaligus dapat didengarkan oleh pimpinan DPD Partai NasDem di 11 kabupaten/kota,” ujarnya.
Selain kebun partai, Vanath menyampaikan program Garnita Malahayati NasDem Maluku berupa budidaya cabai dalam polybag. Pada tahap awal, sekitar 1.000 polybag cabai akan ditanam dan dirawat hingga mendekati masa panen sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Menurut Vanath, pemilihan cabai berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga pangan.
“Merespons perintah Presiden Prabowo untuk menjaga inflasi di bawah 3 persen. Kenapa cabai yang kita pilih? Cabai adalah komoditi yang paling berpengaruh terhadap inflasi di Provinsi Maluku,” katanya.
Data BPS menunjukkan inflasi year on year Maluku pada Juni 2026 mencapai 3,80 persen. Pada Agustus 2026, inflasi bulanan Maluku tercatat 0,81 persen.
Program Garnita tersebut, kata Vanath, tidak berhenti pada cabai. Komoditas lain seperti terong dan tanaman pangan lainnya akan dikembangkan sesuai kebutuhan.
Vanath juga menjelaskan alasan pelantikan dan Rakerwil NasDem Maluku digelar di Desa Liang. Salah satunya untuk mendekatkan aktivitas partai dengan masyarakat.
Ia berharap pola tersebut dapat diterapkan oleh DPD NasDem di 11 kabupaten/kota, termasuk dalam proses konsolidasi organisasi hingga tingkat desa.
“Semoga saja ini dapat di-breakdown ke DPD-DPD di 11 kabupaten/kota yang setelah pelantikan ini akan kita kejar untuk pelantikan DPD di 11 kabupaten/kota untuk kepentingan konsolidasi masing-masing struktur sampai ke desa-desa,” ujarnya.
Alasan lainnya, kata Vanath, agar kegiatan partai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Ia mencontohkan, jika 1.000 peserta membelanjakan masing-masing Rp100 ribu, terdapat sekitar Rp100 juta yang berputar di masyarakat.
Vanath bahkan meminta 41 anggota DPRD dari NasDem di tingkat provinsi dan kabupaten/kota membelanjakan uang mereka di sekitar lokasi kegiatan.
“41 anggota DPRD, baik provinsi dan 11 kabupaten/kota, diwajibkan hari ini membelanjakan uangnya di sini minimal satu juta rupiah,” katanya.
Belanja tersebut, menurut dia, dapat dilakukan dengan membeli makanan dan jajanan warga maupun menyewa perlengkapan kegiatan dari masyarakat setempat.
Ia meminta pola tersebut menjadi kebiasaan dalam setiap kegiatan NasDem di Maluku.
“Saya berharap Partai NasDem di setiap level, baik provinsi, kabupaten, kota, kecamatan sampai ke desa-desa, agar setiap kegiatan yang mengakibatkan pengeluaran biaya sebaiknya dilakukan bersama-sama masyarakat agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat daripada kehadiran Partai NasDem di manapun mereka berada,” ujarnya.
Vanath juga meminta konsumsi kegiatan partai dibeli dari masyarakat di sekitar Liang, Tulehu, Tial, dan negeri-negeri terdekat.
“Ini adalah hasil masakan dari kampung-kampung, desa-desa terdekat. Saya melarang panitia belanjakan konsumsi hari ini di luar dari racikan tangan-tangan orang Liang, tangan-tangan orang Tulehu, tangan-tangan orang Tial dan negeri-negeri di sekitar sini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath juga menyampaikan posisi politik NasDem di Maluku. Ia menyebut partainya memiliki anggota DPRD yang tersebar di tingkat provinsi dan 11 kabupaten/kota.
Untuk DPRD Provinsi Maluku hasil Pemilu 2024, NasDem memperoleh enam kursi. Data hasil pemilu juga menunjukkan NasDem memperoleh kursi di sejumlah daerah pemilihan DPRD Maluku.
“Partai NasDem adalah pemenang kedua di Provinsi Maluku dengan menempatkan salah satu wakil ketua di DPRD Provinsi Maluku,” kata Vanath.
Menurut dia, posisi tersebut menjadi modal sekaligus tanggung jawab bagi kepengurusan baru untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian politik partai.
“Kita mengambil tanggung jawab dari sebuah kapal yang sedang bergerak maju. Kapal ini tidak mungkin mundur ke belakang. Kita harus maju terus, meraih prestasi demi prestasi,” ujarnya.


Tidak ada komentar