Literasi Keuangan Maluku Masih di Bawah Rata-rata Nasional, Pelajar Jadi Sasaran Prioritas
AMBON, CahayaLensa.com — Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Provinsi Maluku masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi tersebut mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku untuk memperkuat program literasi keuangan, khususnya bagi kalangan pelajar. (4/09/2026)
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang dilaksanakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen. Sementara indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen.
Di Provinsi Maluku, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 63,87 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 87,59 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan sekitar 5 hingga 6 persen dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan OJK Provinsi Maluku menjadikan kalangan pelajar sebagai kelompok sasaran prioritas dalam program peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan menjadi hal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat.
Selain itu, literasi keuangan yang baik juga diharapkan dapat melindungi masyarakat dari berbagai risiko dan jebakan layanan keuangan ilegal.
“Masih ada gap sekitar 5 sampai 6 persen dibandingkan dengan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. Oleh karena itu, misi kita bersama adalah meningkatkan literasi keuangan masyarakat Provinsi Maluku agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari jebakan layanan keuangan ilegal,” kata Haramain.
Generasi Muda Jadi Perhatian
Upaya meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini dinilai penting, mengingat generasi muda merupakan kelompok yang semakin aktif menggunakan berbagai layanan keuangan berbasis digital.
Karena itu, OJK Provinsi Maluku terus mendorong edukasi keuangan bagi pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan serta mampu mengenali berbagai risiko dalam aktivitas keuangan.
Selain memahami pentingnya menabung dan mengelola keuangan secara bijak, generasi muda juga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.
Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan, masyarakat, khususnya generasi muda Maluku, diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.


Tidak ada komentar