OJK Maluku Perluas Akses Keuangan Nelayan dan UMKM di Kepulauan Kei
Ambon, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperluas akses layanan keuangan bagi nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja sektor informal di Kepulauan Kei, melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).
Program tersebut diluncurkan di Ohoi Labetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, pada Jumat-Sabtu (16-17/10/2026), dan disinergikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (20/10/2026), mengatakan program EKI melibatkan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Tual.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendekatkan layanan keuangan formal kepada masyarakat, sesuai kebutuhan dan potensi ekonomi daerah.
Menurut Haramain, pengembangan EKI di Ohoi Labetawi telah dimulai sejak Februari 2026 melalui tahap pra-inkubasi berupa survei tingkat inklusi keuangan.
“Survei tersebut menjadi dasar untuk memetakan kebutuhan masyarakat, terutama nelayan dan pelaku usaha mikro yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami berharap masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM di Ohoi Labetawi, semakin mudah mengakses produk dan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan. Akses itu diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.
Haramain menjelaskan, pengembangan ekosistem keuangan harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Bagi nelayan, akses pembiayaan dapat membantu memenuhi kebutuhan usaha dan mengembangkan kegiatan perikanan. Sementara bagi pelaku UMKM, layanan keuangan formal dapat mendukung keberlanjutan usaha serta membuka peluang pengembangan bisnis.
Dalam pelaksanaannya, program EKI di Ohoi Labetawi diisi dengan sosialisasi produk dan layanan jasa keuangan, pertemuan bisnis (business matching) antara lembaga jasa keuangan dan masyarakat, serta aksi inklusi keuangan.
Sejumlah lembaga jasa keuangan turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara menyalurkan Kredit Usaha Mikro (KUM) Kreatif serta memfasilitasi pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Pembukaan rekening SimPel juga dilakukan oleh PT BPR Modern Express.
Selain akses pembiayaan dan layanan perbankan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan akses kepesertaan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) guna memperluas perlindungan bagi pekerja.
Program tersebut juga memasuki tahap inkubasi yang disertai bimbingan teknis Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual.
“Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nelayan sebagai bagian dari penguatan ekosistem usaha perikanan,” jelas Haramain.
OJK Sasar Pelajar dan Mahasiswa
Selain memperluas akses keuangan bagi masyarakat pesisir, OJK Maluku juga menyasar generasi muda melalui kegiatan literasi keuangan dalam rangkaian roadshow BIK 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Edukasi keuangan dilaksanakan di Sekolah Rakyat 74 Tual, MTs Negeri 1 Maluku Tenggara, serta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Langgur.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Maluku berkolaborasi dengan lembaga jasa keuangan untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan serta pengenalan produk dan layanan keuangan formal.
Haramain menegaskan, edukasi keuangan penting untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
“Pelajar dan mahasiswa juga diharapkan lebih cermat dalam memilih produk dan layanan keuangan serta memahami risiko yang dapat timbul dari penggunaannya,” katanya.
Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara produktif sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Melalui rangkaian BIK 2026, OJK Maluku terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan institusi pendidikan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, pekerja, hingga pelajar dan mahasiswa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan akses layanan keuangan formal sekaligus mendorong masyarakat Kepulauan Kei menjadi lebih mandiri dan produktif dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.


Tidak ada komentar