Proyek Air Bersih Desa Latu Tahun 2013 Amburadul dan Terkesan ABS
| Kran Penyalur yang cuma disanggah dengan batu |
Amburadulnya pekerjaan ini karena diduga tidak menggunakan perencanaan yang baik tetapi menggunakan perencanaan asal jadi atau perencanaan abal-abal, dan juga diduga ada unsur “kongkalikong” antara pihak kontraktor “CV Elsando” dengan pihak BWS Maluku “PPK air baku dan air tanah” untuk meraup keuntungan yang besar atau menguntungkan pihak tertentu, sehingga kuat dugaan ada unsur korupsi dalam proyek ini.
| Kran yang tidak dibeton |
Penetapan dua sumber di dua lokasi yang di pakai, Menurut warga setempat yang enggan namanya di publikasikan mengatakan, sumber air yang dipakai sering terjadi kekeringan di musim kemarau.
“Ada mata air yang jauh dan layak di pakai akan tetapi pihak kontraktor lebih memilih yang terdekat untuk di pakai, kenyataannya salah satu sumber sekarang ini tidak dapat menyuplai air dengan baik lagi, padahal pipa ribuan meter terbuang begitu saja”, Ungkapnya.
Pembuatan bak penampung tidak pada lokasi yang strategis sehingga tidak dapat menyuplai air pada masyarakat desa Latu secara menyeluruh, sehingga membuat masyarakat setempat menjadi bingung karena sebahagian besar masyarakat tidak bisa menikmati air bersih padahal anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini sangat besar.
Ironisnya, pemasangan pipa dari sumber masuk ke dalam bak penampung sangat tidak rasional karena lubang tempat masuknya pipa dari sumber dilubangi setelah pembuatan bak penampung sehingga terlihat sangat tidak layak.
Pipa pembagi dari bak penampung masuk ke jaringan juga di alas dengan batu, kemudian pipa yang dipakai untuk jaringan tidak semuanya banyak yang terbuang begitu saja dan juga pipa jaringan tidak semuanya ditanam di dalam tanah sehingga secara kasat mata saja, dapat terlihat jelas- jelas pekerjaan asal – asalan atau asal jadi.
“Semestinya dilakukan survei yang baik untuk mendapatkan perencanaan yang baik namun diduga tidak dilakukan survei yang baik sehingga menghasilkan perencanaan abal-abal, maka sangat di sayangkan bila proyek Miliaran Rupiah namun realisasinya tidak sebanding dengan anggaran,” tandas Sumber media ini.
Persoalan seperti ini bukan hal yang baru lagi di negeri ini, pekerjaan asal jadi membuat koruptor telah merajalela, unsur “kongkalikong” untuk mendapatkan keuntungan yang dapat merugikan keuangan negara bukan hal yang lazim.
Oleh sebab itu warga masyarakat desa Latu sangat berharap penegak hukum jangan tertidur tetapi dapat melihat persoalan ini karena sangat merugikan masyarakat maupun Negara .


Tidak ada komentar