DPRD Ambon Gelar Tutup-Buka Masa Sidang 2023-2024
Ambon, Cahayalensa.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menggelar rapat paripurna dalam rangka penutupan masa persidangan III tahun 2023-2024 dan pembukaan masa persidangan I tahun 2024-2025, yang berlangsung di Ruang Paripurna Utama Baileo Rakyat Belakang Soya, Senin (8/1/2024).
Rapat Paripurna dibuka Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta didampingi Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dan dihadiri Sekretaris Dewan, Apries Gasperz, Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmasse serta seluruh OPD dan jajaran Pemerintah Kota Ambon.
Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dalam sambutannya menyampaikan, sejumlah capaian pembangunan di Kota Ambon, seperti diantaranya pertumbuhan ekonomi Kota Ambon yang bertumbuh positif diangka 5,23 persen di tahun 2022 dan diperkirakan akan tetap bertumbuh di tahun 2023, seiring bertumbuhnya ekonomi Maluku pada triwulan II tahun 2023 yang tercatat sebesar 5,18 persen, mengingat Kota Ambon memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi yang mana angka kemisikinan ekstrim di Kota Ambon 0 persen.
"Meski persentase penduduk miskin Kota Ambon pada posisi Maret 2023, tercatat sebesar 5,25 persen, naik 0,57 persen poin dibanding maret 2022 yang hanya sebesar 4,68 persen. Salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya presentasi penduduk miskin adalah angka garis kemiskinan naik sebesar 8,40 persen sehingga secara langsung mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Kota Ambon,"terangnya.
Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kota Ambon terus berupaya dalam penanganan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat disegala bidang maupun usaha penyerapan kerja lewat proyek padat karya.
Selain itu, upaya tekan inflasi jugavterua dilakukan. Sepanjang tahun 2023, inflasi mtm mengalami fuktuasi yang cukup beragam dibandingkan inflasi yoy.
Kondisi tertinggi terjadi pada bulan Juni dimana inflasi menyentuh angka 6,1 persen (yoy). Selanjutnya kondisi inflasi lebih terkendali dibawah 5 persen dan terakhir
berada pada posisi 2,96 persen di bulan November 2023 (yoy).
"Ini upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terya dan akan terus berkerja
dengan seluruh stakeholder terkait,
khususnya dalam menekan dampak akibat inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat,"katanya.
Selain itu, upaya menurunkan angka stunting juga dilakukan. Dimana menurunnya angka balita stunting dari 366 orang, menjadi 284 orang pada tahun 2022 serta menurunnya prevalensi stunting sebesar 0,7 persen pada tahun 2022. Yang mana berkaitan dengan ini, bersama TP- PPK Kota Ambon, Pemkot terus berupaya mengoptimalkan semua langkah-langkah konkrit dalam penanganan stunting di Kota Ambon. (CL-03)


Tidak ada komentar