Breaking News

100 Tahun Galala-Hative Kecil, Kebersamaan Jadi Kekuatan


Ambon, CahayaLensa.com – Seratus tahun bukan sekadar hitungan waktu. Bagi masyarakat Galala dan Hative Kecil, satu abad adalah perjalanan panjang yang menyimpan sebuah warisan penting dari para leluhur: kebersamaan.

Pesan itulah yang kembali mengemuka dalam rangkaian penjemputan basudara dan pembukaan perayaan 1 Abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil, Minggu (30/8/2026).

Kepala Desa Galala, Jemima Ariesta Marcella Joris, mengatakan peringatan 100 tahun menjadi momentum penting untuk mengingat kembali sejarah bersatunya Galala dan Hative Kecil dalam satu jemaat.

Menurutnya, jauh sebelum generasi saat ini hadir, para orang tatua telah meletakkan fondasi yang kuat bagi kehidupan masyarakat kedua wilayah tersebut.

“Ini sangat luar biasa. Seratus tahun yang lalu, orang tatua dari Galala dan Hative Kecil sudah meletakkan dasar, yaitu dasar kebersamaan,” ujar Joris usai kegiatan kepada wartawan 

Ia menjelaskan, momentum satu abad yang akan diperingati pada 2 September 2026 bukan hanya sebuah perayaan gerejawi, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Galala dan Hative Kecil tentang kekuatan besar yang selama ini menyatukan mereka.

“Kalau kita melihat 100 tahun atau satu abad ini, maka ini menjadi pengingat bagi masyarakat Galala dan Hative Kecil bahwa kekuatan besar kita adalah kebersamaan,” katanya.

Joris menegaskan, kebersamaan yang diwariskan para leluhur tidak boleh berhenti pada generasi terdahulu.

Nilai tersebut harus tetap hidup dan tertanam di dalam hati seluruh masyarakat, baik mereka yang tinggal di Galala dan Hative Kecil maupun anak cucu yang kini berada di berbagai daerah.

“Kebersamaan itu harus tetap dijaga dan harus tetap tertanam dalam hati kita,” tegasnya.

Menurutnya, kedatangan basudara gandong dan keluarga dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian perayaan satu abad menjadi bukti bahwa ikatan tersebut masih tetap kuat.

Mereka datang untuk melihat keluarga di kampung halaman dan bersama-sama bersukacita dalam kasih Tuhan.

“Kita yang ada di sini sangat senang karena dalam kasih Tuhan kita boleh berkumpul bersama untuk merayakan satu abad atau 100 tahun ini,” ujarnya.

Bagi Joris, apa yang terjadi hari ini merupakan kelanjutan dari dasar yang telah dibangun oleh para leluhur sejak satu abad lalu.

Dasar itu adalah kebersamaan yang menyatukan Galala dan Hative Kecil sebagai satu keluarga besar dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Dasar yang orang tatua sudah taruh 100 tahun yang lalu itu adalah kebersamaan. Galala dan Hative Kecil menjadi satu, dan itulah kekuatan yang harus terus kita jaga,” katanya.

Joris menaruh harapan besar kepada para pemuda dan pemudi Galala-Hative Kecil untuk melanjutkan warisan yang telah ditanamkan generasi terdahulu.

Menurutnya, perayaan satu abad tidak boleh hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan menjaga nilai persatuan.

“Bagi pemuda dan pemudi, orang tatua sudah meletakkan kebersamaan itu 100 tahun yang lalu, ditandai dengan menyatunya Galala dan Hative Kecil,” ungkapnya.

Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan warisan tersebut.

“Sebagai pemuda dan pemudi, kita harus tetap menjaga kebersamaan itu sebagai warisan leluhur. Yang paling penting adalah kebersamaan,” tegas Joris.

Ia mengatakan, rangkaian perayaan satu abad merupakan agenda jemaat, namun pelaksanaannya tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Desa Galala dan seluruh masyarakat.

Perayaan tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus memperkuat kembali ikatan persaudaraan yang telah dibangun selama satu abad.

Di tengah perubahan zaman dan anak cucu yang kini telah tersebar ke berbagai tempat, pesan para leluhur tetap sederhana dan relevan:

Galala dan Hative Kecil akan tetap kuat selama kebersamaan terus dijaga.

Satu abad telah berlalu. Namun, warisan itu harus terus hidup dari generasi ke generasi.

Tidak ada komentar