Breaking News

Kontrak Rp983,9 Juta, Pemeliharaan Jalan Bentas Ambon Segera Dimulai


AMBON, CahayaLensa.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon segera memulai pekerjaan pemeliharaan Jalan Bentas. Proyek dengan nilai kontrak Rp983.966.987 ini telah memasuki tahap penandatanganan kontrak dan persiapan pekerjaan fisik di lapangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Ambon, Wendy Sausilawane, mengatakan sejumlah persiapan awal telah dilakukan, termasuk pemotongan bagian jalan yang rusak dan pembersihan lokasi.

“Sekarang kita sudah masuk dalam tahap penandatanganan kontrak dan persiapan untuk dilakukan pekerjaan fisik. Kemarin kami sudah melakukan aktivitas di lapangan berupa memotong beberapa ruas jalan yang dianggap rusak dan melakukan pembersihan,” kata Wendy kepada wartawan di Ruang kerjanya Kamis (13/8/2026)

Menurut Wendy, mobilisasi peralatan akan segera dilakukan apabila kondisi cuaca dan kesiapan peralatan mendukung. Setelah itu, pekerjaan fisik pemeliharaan Jalan Bentas dapat langsung dimulai.

Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1 miliar. Berdasarkan hasil mini kompetisi, nilai penawaran dari rekanan ditetapkan sebesar Rp983.966.987.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp16,03 juta dari pagu anggaran yang tersedia.

Wendy menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari. Namun, pihaknya berupaya agar pekerjaan pengaspalan dapat rampung lebih cepat dari batas waktu kontrak.

“Pekerjaan ini kami targetkan dalam waktu 30 hari sudah harus tuntas. Tetapi kami maksimalkan sebelum 30 hari pekerjaan sudah harus selesai,” ujarnya.

Material Wajib Jalani Pengujian

Sebelum pengaspalan dilakukan, material yang akan digunakan terlebih dahulu menjalani pengujian kualitas di laboratorium.

Wendy menjelaskan, pengujian dilakukan melalui Job Mix Design (JMD) untuk memastikan material yang ditawarkan rekanan memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan.

“Jadi sebelum kita melakukan pekerjaan, kita harus melakukan Job Mix Design untuk mengetahui kekuatan material yang ditawarkan rekanan sesuai spek kita atau tidak,” jelasnya.

Apabila hasil pengujian belum memenuhi spesifikasi, pihaknya akan melakukan pengujian terhadap material alternatif.

Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membatalkan penawaran rekanan. Penyesuaian lebih berkaitan dengan komposisi material agar memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.

Selain kualitas material, faktor cuaca juga menjadi perhatian dalam pekerjaan pengaspalan. Hujan dapat menghambat pekerjaan fisik di lapangan dan memengaruhi pelaksanaan pekerjaan.

Anggaran Terbatas, Titik Prioritas Ditangani

Wendy mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kerusakan Jalan Bentas.

Dengan pagu sekitar Rp1 miliar, Dinas PUPR harus menyesuaikan target pekerjaan dengan harga material dan biaya operasional. Aspal dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi sejumlah komponen yang membutuhkan anggaran cukup besar dalam pekerjaan pengaspalan.

Meski demikian, Dinas PUPR memastikan sejumlah titik kerusakan yang menjadi prioritas akan ditangani.

Lokasi tersebut antara lain kawasan Koramil, bagian depan sekolah, kawasan perumahan bagian atas, serta tikungan di sekitar kawasan asrama.

“Kita targetkan seluruh jalan yang rusak, posisi di depan sekolah, baik di perumahan bagian atas dan tikungan tengah bagian asrama itu semua tuntas,” katanya.

PUPR Kota Ambon berharap pekerjaan pemeliharaan tersebut dapat berjalan sesuai target sehingga kondisi Jalan Bentas menjadi lebih baik dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

Tidak ada komentar