Breaking News

Wali Kota Ambon: Ibu yang Kuat Harus Mampu Merawat Diri dan Berani Meminta Dukungan


AMBON, CahayaLensa.com– Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, resmi membuka Workshop Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Peningkatan Kesehatan Mental Ibu yang berlangsung di Ruang Vlisingen Lantai II Balai Kota Ambon, Kamis (13/8/2026).

Workshop mengusung tema “Strong Mom, Strong Family: Merawat Diri, Menguatkan Keluarga, Menginspirasi Generasi” dan merupakan kolaborasi Tim Penggerak PKK Kota Ambon dengan HOPE worldwide Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon, Bhayangkari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Persit Kodim 1504, para camat, lurah, kepala desa/negeri, pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Ambon, serta Ketua Majelis Latupati.

Ketua Yayasan HOPE worldwide Indonesia, Michael AY Tobing, mengatakan workshop tersebut bukan sekadar seminar, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, kuat dan berdaya yang dimulai dari keluarga.

Menurutnya, HOPE worldwide Indonesia merupakan organisasi sosial yang didirikan pada 1994 dengan fokus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program sosial, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan dan kemanusiaan.

“Kami percaya perubahan yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah membangun pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri serta kemampuan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi bagi dirinya sendiri dan lingkungannya,” kata Tobing.

Ia menjelaskan, kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kehidupan keluarga, termasuk bagaimana orang tua mendampingi anak, pasangan berkomunikasi dan keluarga menghadapi berbagai persoalan.

Tobing menilai, ibu sering menjalankan banyak peran sekaligus, mulai dari menjadi ibu, istri, pekerja, pengelola rumah tangga hingga menjadi tempat keluarga mendapatkan dukungan emosional.

Namun, di tengah banyaknya peran tersebut, kebutuhan ibu terhadap kesehatan dan kesejahteraan dirinya sendiri kerap menjadi hal yang terakhir diperhatikan.

Karena itu, HOPE worldwide Indonesia ingin mendorong pemahaman bahwa merawat diri bukan berarti egois, menjaga kesehatan mental bukan tanda kelemahan dan meminta bantuan bukan berarti gagal.

“Ketika seorang ibu memiliki kondisi mental dan emosional yang lebih sehat, dia akan memiliki kapasitas yang lebih baik untuk mendampingi keluarganya,” jelasnya.

Tobing menambahkan, pihaknya ingin memperkuat program di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku dan Kota Ambon, melalui kemitraan jangka panjang bersama masyarakat dan institusi lokal.

Ia menyebut kerja sama dengan TP-PKK Kota Ambon memiliki arti strategis karena organisasi tersebut memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga dan masyarakat hingga tingkat desa/negeri, kelurahan dan dasawisma.

“Kami berharap semakin banyak ibu yang merasa bahwa mereka tidak sendirian, semakin banyak keluarga yang memiliki pengetahuan dan saling mendukung,” tandasnya.


Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, keluarga merupakan fondasi terkecil sekaligus modal utama dalam membangun masyarakat, daerah hingga bangsa dan negara.

“Kalau keluarga itu terbina dengan baik, suami istri hidupnya baik, anak-anaknya baik, sudah pasti Kota Ambon hidupnya baik, Provinsi Maluku baik dan Indonesia baik,” ujarnya.

Menurut Wattimena, ibu memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan keluarga. Namun, besarnya tanggung jawab tersebut tidak berarti seorang ibu harus selalu mampu melakukan segala sesuatu seorang diri.

Ia mengingatkan, ibu juga memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan ruang untuk beristirahat, merawat diri dan mendapatkan dukungan.

“Ibu-ibu bisa lelah, bisa capek, bisa stres. Itu bisa karena berbagai hal dan kompleks dalam kehidupan keluarga,” katanya.

Wattimena mencontohkan berbagai beban yang sering dihadapi ibu, mulai dari mengurus anak, mengelola rumah tangga hingga mengatur kebutuhan keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Karena itu, kesehatan mental ibu tidak boleh diabaikan. Persoalan yang dipendam sendiri dalam waktu lama dapat berdampak terhadap kondisi pribadi maupun hubungan dalam keluarga.

“Ibu yang kuat bukan berarti ibu yang selalu mampu melakukan semuanya sendiri. Ibu yang kuat adalah ibu yang mampu mengenali kebutuhannya,” tegasnya.

Ia juga mendorong para ibu untuk tidak ragu meminta dukungan kepada suami maupun orang-orang terdekat ketika menghadapi persoalan.

Wali Kota menegaskan, merawat diri bukan bentuk keegoisan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental dan membangun kembali kepercayaan diri agar seorang ibu mampu menjalankan perannya dengan baik.

“Jaga diri, jaga harga diri dan jangan lupa bahwa diri ibu berharga. Ketika ibu sehat dan kuat, keluarga mendapatkan kekuatan,” pesannya.

Menurut Wattimena, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia dan keluarga harus menjadi perhatian yang seimbang.

Pembangunan keluarga yang tangguh, kata dia, membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi perempuan dan berbagai pihak lainnya.

Ia pun mengapresiasi kolaborasi TP-PKK Kota Ambon dengan HOPE worldwide Indonesia dalam menyelenggarakan workshop tersebut.

“Kami pemerintah kota mengucapkan terima kasih kepada HOPE worldwide Indonesia atas kerja sama yang luar biasa dengan Tim Penggerak PKK Kota Ambon dan seluruh pihak sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Wattimena berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental ibu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga di Kota Ambon.

Tidak ada komentar