Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 Digelar, Pemkot Dorong Pemuda Kembangkan Ekonomi Kreatif
AMBON, CahayaLensa.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon menggelar Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Muda Kreatif, Ekonomi Bangkit: Dari Ambon untuk Nusantara” ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Ambon.
Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, mewakili Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Rustam, kegiatan tersebut disebut sebagai ruang baru bagi lahirnya inovator, kreator, dan penggerak ekonomi masa depan Kota Ambon.
Menurut Bodewin, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon, khususnya program ke-16 tentang penguatan peran pemuda dalam industri kreatif.
“Transformasi digital, ekonomi kreatif, teknologi kecerdasan buatan, serta perubahan perilaku pasar menuntut kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi,” kata Bodewin.
Ia mengatakan generasi muda Ambon memiliki energi, mimpi, dan kreativitas yang besar. Potensi tersebut, lanjutnya, perlu didukung dengan ruang, akses, dan ekosistem yang memungkinkan kreativitas anak muda berkembang sekaligus memberikan dampak ekonomi.
Karena itu, Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 tidak hanya dipandang sebagai sebuah kegiatan, tetapi juga sebagai gerakan kewirausahaan anak muda.
Gerakan tersebut diarahkan untuk menghubungkan kreativitas dengan peluang pasar, mengubah ide menjadi inovasi, serta mendorong produk dan karya lokal agar mampu berkembang lebih luas.
“Kita ingin menjadikan Ambon bukan hanya kota yang kreatif, tetapi juga kota yang produktif dan kompetitif,” ujarnya.
Hadirkan 60 Booth UMKM
Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan beragam kegiatan, antara lain pameran 60 booth UMKM, pertunjukan seni dan musik, lomba adu layang-layang, talkshow, serta penampilan bakat anak muda.
Pemkot Ambon berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan creativepreneur muda untuk memperluas jaringan, membangun kolaborasi, dan memperluas pasar.
RTP Air Salobar juga diharapkan dapat berkembang menjadi ruang aktivitas kreatif sekaligus pusat transaksi ekonomi lokal masyarakat.
“Manfaatkanlah ajang ini sebagai wadah untuk belajar, berkolaborasi, memperluas jaringan, dan menunjukkan karya-karya terbaik kalian,” pesan Bodewin.
Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjadi bagian dari masa depan Kota Ambon.
Ia menilai ekonomi kreatif tidak hanya berbicara mengenai penjualan produk, tetapi juga berkaitan dengan pembangunan identitas serta penciptaan nilai tambah dari kreativitas masyarakat.
Pemkot Ambon, lanjut Bodewin, berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan dan ekonomi kreatif melalui pelatihan dan inkubasi bisnis, akses pasar dan networking, kolaborasi lintas komunitas, serta dukungan regulasi dan penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak muda Ambon yang memiliki ide memiliki peluang. Setiap kreativitas memiliki ruang untuk tumbuh dan setiap mimpi tidak berhenti hanya menjadi mimpi,” katanya.
Bodewin juga berpesan kepada para peserta agar berani memulai, tidak takut gagal, dan terus belajar.
“Di era saat ini, keberanian dan kreativitas adalah mata uang yang paling berharga,” ujarnya.
Pemkot Ambon turut mengapresiasi Dispora Kota Ambon, para sponsor, komunitas, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Extravaganza Ambon Creativepreneur 2026.
Pemkot berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan dan memberikan ruang yang semakin luas bagi pemuda Ambon untuk mengembangkan kreativitas, membangun usaha, memperluas jaringan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dispora Kota Ambon beserta jajaran, Ketua AMGPM Daerah Pulau Ambon beserta civitas AMGPM, Forkopimcam Nusaniwe, Ketua Majelis Jemaat GPM Bethesda, Ketua Majelis Jemaat GPM Kategorial Pniel-Bentas, para raja, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Nusaniwe, serta para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif muda.


Tidak ada komentar