Breaking News

OJK Maluku Ungkap Indeks Literasi Keuangan Baru 63 Persen

Ambon, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mengungkap indeks literasi keuangan masyarakat Maluku baru mencapai 63 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada pada angka 87 persen.

Data tersebut disampaikan Kepala OJK Maluku, Haramain Billady, dalam kegiatan OJK Maluku Bastori Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor OJK Maluku, Rabu (12/8/2026).

Haramain menjelaskan, indeks literasi keuangan menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Sementara indeks inklusi menggambarkan tingkat penggunaan produk dan layanan keuangan oleh masyarakat.

“Kalau literasi itu masyarakat paham atau tidak terhadap produk keuangan. Kalau inklusi, masyarakat sudah menggunakan atau belum produk keuangan tersebut,” jelasnya.

Menurut Haramain, survei literasi dan inklusi keuangan dilakukan OJK bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga pengukuran tidak dilakukan hanya berdasarkan data internal OJK.

Secara nasional, hasil survei terbaru menunjukkan indeks literasi keuangan meningkat dari 66 persen menjadi 69 persen. Sementara indeks inklusi keuangan naik dari 92,74 persen menjadi 93,61 persen.

Namun, untuk Maluku, angka yang diperoleh menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dengan tingkat penggunaannya.

“Untuk Provinsi Maluku, indeks literasi keuangannya baru 63 persen dan indeks inklusi keuangannya 87 persen,” ungkap Haramain.


Haramain menilai angka tersebut menjadi titik awal bagi OJK Maluku untuk memperkuat program literasi dan inklusi keuangan secara lebih terarah.

Salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis Maluku yang terdiri dari wilayah kepulauan. Karena itu, kegiatan edukasi keuangan tidak boleh hanya terkonsentrasi di Kota Ambon.

“Kita harus mulai berpikir bagaimana edukasi ini tidak hanya dilakukan di Kota Ambon,” katanya.

OJK Maluku akan mengevaluasi sebaran kegiatan edukasi untuk mengetahui proporsi kegiatan yang dilakukan di Ambon dan di luar Ambon. Ke depan, distribusi kegiatan diharapkan lebih merata, sehingga masyarakat di kabupaten dan kota lain juga memperoleh akses edukasi yang memadai.

Haramain juga mengajak lembaga jasa keuangan untuk ikut mengambil peran. Menurutnya, lembaga jasa keuangan memiliki kewajiban melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat di wilayah operasionalnya.

“Bukan hanya kami saja. Lembaga jasa keuangan juga punya kewajiban melakukan edukasi minimal sekali di wilayahnya. Ini yang akan kami dorong supaya edukasi bisa lebih merata,” ujarnya.

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026 hingga Juli, OJK Maluku telah melaksanakan 76 kegiatan edukasi keuangan.

Haramain menyebut kegiatan tersebut dilakukan rata-rata dua hingga tiga kali dalam sepekan, baik di Kota Ambon maupun sejumlah wilayah di luar Ambon.

Sasaran edukasi tidak hanya mahasiswa dan pelajar, tetapi juga santri, pelaku UMKM, karyawan, perempuan, serta masyarakat umum.

“Kami berusaha menjangkau seluruh segmen,” katanya.

Kegiatan edukasi juga telah dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Batu Merah dan Dobo, serta menyasar pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA.

Menurut Haramain, capaian 76 kegiatan tersebut menunjukkan komitmen OJK untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, OJK Maluku juga mulai mengoperasikan Si Molek, mobil layanan edukasi dan informasi keuangan.

Kendaraan tersebut akan ditempatkan secara berkala di pasar maupun lokasi keramaian sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan OJK secara lebih mudah.

“Kalau masyarakat membutuhkan informasi terkait keuangan, ingin mengetahui histori kredit atau melakukan pengaduan, itu bisa dilakukan melalui Si Molek,” jelas Haramain.

Ia berharap kehadiran Si Molek dapat mendekatkan layanan OJK kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di lokasi yang jauh dari pusat pelayanan.

Haramain juga mengajak masyarakat mengikuti informasi kegiatan dan edukasi OJK melalui media sosial resmi OJK Maluku.

“Di situ kami akan menyampaikan informasi kapan Si Molek akan hadir,” tandasnya.

OJK Maluku menargetkan capaian literasi dan inklusi keuangan di daerah tersebut terus meningkat pada tahun-tahun mendatang, dengan memperluas jangkauan edukasi hingga ke wilayah-wilayah di luar Kota Ambon.

Tidak ada komentar