Breaking News

OJK Maluku Catat Kredit Tumbuh 5,84 Persen, Ekonomi Maluku Capai 5,31 Persen


Ambon, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mencatat kinerja sektor jasa keuangan tetap tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan II 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Maluku, Haramain Billady, dalam kegiatan OJK Maluku Bastori Triwulan II 2026 yang digelar di Kantor OJK Provinsi Maluku, Rabu (12/8/2026).

Forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara OJK dan insan media untuk menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan di Maluku sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat.

Haramain mengatakan, ekonomi Maluku pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,31 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kondisi perekonomian Maluku masih berada dalam tren positif dan turut memberikan dampak terhadap perkembangan sektor jasa keuangan.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Triwulan II tahun 2026 saya rasa sudah cukup baik, bahkan kalau kita bandingkan dengan nasional sedikit di atas nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perekonomian Maluku masih banyak ditopang sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan serta industri pengolahan. Selain itu, sektor makanan dan minuman juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.


Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, penyaluran kredit perbankan di Maluku tercatat tumbuh 5,84 persen.

Haramain menyebut pertumbuhan kredit merupakan salah satu faktor yang dapat menopang aktivitas ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Pertumbuhan kredit ini bisa menjadi salah satu penopang untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku,” katanya.

Selain kredit, total aset perbankan di Maluku tumbuh sekitar 7,3 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sekitar 0,51 persen, terutama ditopang pertumbuhan tabungan.

OJK, lanjut Haramain, tetap melakukan pemantauan agar pertumbuhan sektor perbankan berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.


Meski penyaluran kredit secara umum tumbuh positif, OJK Maluku masih melihat perlunya peningkatan pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pertumbuhan kredit UMKM tercatat sekitar 0,78 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian OJK sehingga terus dilakukan komunikasi dengan perbankan, termasuk bank nasional, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan BPR.

“Kami terus mendorong penyaluran kredit UMKM karena manfaatnya akan lebih dirasakan masyarakat dan tentu saja mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku,” jelas Haramain.

Sementara itu, kredit UMKM sektor mikro tumbuh sekitar 6,25 persen. OJK berharap pembiayaan kepada pelaku usaha mikro terus diperluas agar akses permodalan semakin terbuka.

Haramain menyebut penyaluran pembiayaan bank syariah di Maluku tumbuh 24,26 persen, sedangkan dana pihak ketiga tumbuh sekitar 13 persen.

Menurutnya, capaian tersebut memperlihatkan potensi besar industri perbankan syariah di Maluku.

“Market bank syariah di Provinsi Maluku ternyata masih sangat potensial. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perbankan secara umum,” ujarnya.

OJK melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan syariah.

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang kredit investasi dan konsumsi.

Sementara kredit modal kerja cenderung mengalami penurunan. OJK akan terus memantau kondisi tersebut sekaligus mendorong peningkatan kredit modal kerja untuk mendukung aktivitas dunia usaha.

“Modal kerja memang agak turun, tetapi kami terus memantau bagaimana meningkatkan pembiayaan modal kerja,” kata Haramain.


Pada sektor pasar modal, OJK Maluku juga mencatat perkembangan positif dari sisi jumlah investor atau Single Investor Identification (SID).

Haramain menyebut pertumbuhan jumlah investor cukup tinggi. Namun, peningkatan tersebut perlu diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi agar aktivitas pasar modal di Maluku semakin berkembang.

“Jumlah investor meningkat, tetapi kami juga ingin mendorong nilai transaksi supaya pasar modal di Maluku semakin berkembang,” ujarnya.

OJK akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal di daerah.

Berbeda dengan perbankan dan pasar modal, industri perusahaan pembiayaan tercatat mengalami sedikit penurunan.

Haramain menjelaskan kondisi tersebut tidak terlepas dari tren nasional berupa perlambatan pembiayaan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

Pembiayaan kendaraan bermotor selama ini menjadi salah satu sektor utama perusahaan pembiayaan. Karena itu, perlambatan pada sektor tersebut ikut memengaruhi pertumbuhan industri pembiayaan secara keseluruhan.


Dalam kesempatan tersebut, Haramain juga menegaskan pentingnya kolaborasi OJK dengan media dalam menyampaikan informasi mengenai sektor jasa keuangan kepada masyarakat.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat memahami produk dan layanan jasa keuangan sehingga dapat memilih produk yang tepat, aman dan sesuai kebutuhan.

“Media sangat membantu kami untuk menyampaikan informasi. Teman-teman media juga bisa membantu kami dalam menjalankan tugas kepada masyarakat supaya bisa memilih produk jasa keuangan yang baik,” tandasnya.

Melalui forum OJK Maluku Bastori, OJK berharap komunikasi dengan insan pers dapat dilakukan secara rutin sehingga perkembangan sektor jasa keuangan di Maluku dapat diketahui masyarakat secara lebih terbuka, akurat dan berbasis data.

Tidak ada komentar